N’Golo Kante Satu dari Hanya Enam Pemain yang Menangkan Tiga Trofi Papan Atas – AEOmedia-Terbaru Liga Champions

  • Whatsapp
N'Golo Kante Satu dari Hanya Enam Pemain yang Menangkan Tiga Trofi Papan Atas - Gilabola.com

AEOmedia.com | Liga Champion: N’Golo Kante Satu dari Hanya Enam Pemain yang Menangkan Tiga Trofi Papan Atas – AEOmedia, beraneka macam berita terbaru bola liga champion memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Yuk lihat: N’Golo Kante Satu dari Hanya Enam Pemain yang Menangkan Tiga Trofi Papan Atas – AEOmedia.

– Bintang Chelsea, N’Golo Kante, menjadi salah satu dari enam pemain yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions, Liga Premier dan Piala Dunia. Bisa tebak siapa yang lainnya?

Read More

Saat ini, diungkapkan The Sun, hanya ada ENAM pemain saja yang berhasil meraih sukses tersebut. Gelandang mungil asal Prancis itu bermain sangat brilian saat The Blues kalahkan Manchester City, 1-0, di final Liga Champions akhir pekan kemarin, dan resmi bergabung dalam klub eksklusif tersebut.

Sejak kompetisi First Division dan European Cup sama-sama berganti nama menjadi Liga Premier dan Liga Champions pada tahun 1992, hanya ada setengah lusin pemain sepak bola yang telah memenangkan trofi di kedua kompetisi itu, plus Piala Dunia.

N’Golo Kante bergabung dengan Fabien Barthez, Thierry Henry, Juliano Belletti, Gerard Pique dan Pedro Rodriguez di kelompok pemain sukses tersebut, di mana N’Golo Kante pun berhasil menyabet penghargaan man-of-the-match di laga melawan Pep Guardiola.

Baca :  Inter Milan Dikabarkan Mau Merekrut N'Golo Kante

Meski demikian ada sejumlah nama lain yang juga mengangkat trofi First Division dan European Cup sebelum tahun 1992, terutama legenda Manchester United Bobby Charlton dan Nobby Stiles, kemudian juga menjadi bagian dari Timnas Inggris yang memenangkan trofi Piala Dunia 1966.

Fabien Barthez
Barthez jalani karir yang biasa-biasa di Manchester United, saat dia harus berjuang keras penuhi standar yang dibukukan pendahulunya, Peter Schmeichel. Beruntung, Barthez berhasil memenangkan dua gelar Liga Premier.

Lalu, prestasi berikutnya berhasil dibukukan Barthez setelah satu dekade ia dan rekan-rekan satu timnya di Marseille berhasil memenangkan Liga Champions di musim 1992/93 – saat kompetisi itu baru saja berganti nama. Dalam final yang digelar di kota Munchen itu, Marseille kalahkan AC Milan, 1-0.

Barthez pula yang berada di bawah mistar gawang Timnas Prancis saat mereka kalahkan Brasil 3-0 di final Piala Dunia 1998 – sebuah pertandingan yang selalu diingat karena Ronaldo alami kejang sehari sebelumnya.

Theirry Henry
Henry menjadi pahlawan bagi tim London Utara saat dia membawa Arsenal meraih dua gelar Liga Premier, termasuk sejarah ‘tak terkalahkan’ di tahun 2004.

Penyerang asal Prancis itu juga menjadi bagian Les Bleus di tahun 1998, meskipun peluangnya untuk memenangkan Liga Champions melayang setelah The Gunners dikalahkan Barcelona dalam final tahun 2006.

Namun Henry, yang kemudian pindah ke Catalan setahun kemudian, berhasil mewujudkan impiannya saat Barcelona asuhan Pep Guardiola mengalahkan Manchester United, 2-0, dalam final yang digelar di Roma tahun 2009.

Baca :  Inter Milan Dikabarkan Mau Merekrut N'Golo Kante

Juliano Belletti
Kesedihan Henry menjadi kegembiraaan Belletti saat bintang Barcelona itu mencetak gol kemenangan di final Liga Champions tahun 2006, dan seketika menghancur-leburkan hati Arsenal.

Belletti sebelumnya sudah memenangkan Piala Dunia, meskipun ia hanya duduk di bench saat Cafu membawa Brasil menang atas Jerman di final tahun 2002.

Dia lalu ikut merebut gelar juara Liga Premier setelah tampil 11 kali untuk Chelsea, ketika tim London Barat itu menjadi juara di musim 2009/2010.

Gerard Pique
Pique berada di tempat yang tepat dan waktu yang pas, saat ia ikut memenangkan gelar Liga Premier DAN Liga Champions bersama Manchester United di musim 2007/08.

Padahal bintang asal Spanyol itu hanya bermain dalam 13 pertandingan di semua kompetisi musim ini, sebelumnya akhirnya mengalahkan tim asuhan Alex Ferguson 12 bulan kemudian, sebagai seorang pemain Barca, dalam final yang digelar di Roma.

Transformasinya dari tim cadangan di Old Trafford ke tim jawara Piala Dunia kemudian menjadi lengkap di tahun 2010, saat dia ikut menginspirasi Timnas Spanyol meraih kemenangan atas Belanda di final Piala Dunia Afrika Selatan.

Pedro Rodriguez
Pedro menjadi rekan satu tim Pique di Timnas Spanyol saat mereka memenangkan Piala Dunia 2010. Pedro juga ikut membawa Barcelona meraih tiga gelar Liga Champions, sebelum akhirnya memutuskan untuk jalani tantangan di klub baru pada tahun 2015.

Baca :  Inter Milan Dikabarkan Mau Merekrut N'Golo Kante

Winger berbakat itu kemudian pindah ke Chelsea dan, untuk pertama kalinya Pedro merasa ia telah mengambil keputusan yang salah karen The Blues menutup musim di peringkat 10 Liga Premier – di musim pertama Pedro merumput di Stamford Bridge.

Namun, Pedro berhasil membersihkan namanya saat Kante bergabung dari Leicester, dan memenangkan trofi juara Liga Premier di musim 2016/17 dengan mudah.

N’Golo Kante
Pemenang Liga Champions, N’Golo Kante, menjadi nama yang tak asing lagi saat dia menginspirasi Leicester City yang secara mengejutkan raih gelar juara Liga Premier di musim 2015/16.

Dia kemudian mengulanginya bersama Chelsea 12 bulan kemudian, dan ikut membawa The Blues meraih gelar juara Piala FA, Liga Europa dan menjadi pemain besar di Stamford Bridge.

Prestasi N’Golo Kante yang sukses meraih gelar juara Liga Premier di dua klub berbeda itu membuat ia dipanggil ke Timnas Prancis, dan langsung membantu negaranya kalahkan Kroasia, 4-2, di final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *