AEOMedia.com, Kesehatan – Update data hari ini, total pasien kasus baru sebanyak 139 orang, dan Surabaya masih tertinggi dengan 94 orang, diikuti Sidoarjo sembilan orang, dan Lamongan tujuh orang,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, Khofifah Indar Parawansa, seperti dikutip dari Antara, ditulis Sabtu, (30/5/2020).

Ia menuturkan, penambahan pasien baru positif Corona COVID-19 ini memang sangat tidak menggembirakan, tetapi ia meminta untuk dijadikan pengingat agar semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Secara total di Surabaya hingga Jumat, 29 Mei 2020, kasus positifnya sebanyak 2.394 orang, sedangkan di Jatim secara keseluruhan mencapai 4.409 orang, dengan 1.478 orang (74,49 persen) di antaranya masih dalam perawatan.

Selain Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan, dengan rinciannya per daerah lainnya yakni satu orang dari Kabupaten Pasuruan, dua orang dari Gresik, satu orang dari Kabupaten Sidoarjo, enam orang dari Magetan dan satu orang dari Pamekasan.

Kemudian, enam orang dari Kota Malang, tiga orang dari Tuban, dua orang dari Kabupaten Malang, tiga orang dari Kabupaten Madiun, tiga orang dari Sampang dan satu orang dari Bojonegoro.

Angka kematian karena Corona COVID-19 bertambah sebanyak 24 orang pada 29 Mei 2020. Angka itu tertinggi sepanjang layanan Corona COVID-19 di Jawa Timur.

“Selama perjalanan layanan COVID-19 di Jatim, angka meninggal dunia pada hari ini adalah yang tertinggi. Ini harus menjadi catatan bersama,” tutur dia.

Berdasarkan data, sebanyak 17 orang meninggal dunia karena Corona COVID-19 asal Surabaya, tiga orang Sidoarjo, dua orang Gresik, dan masing-masing satu orang asal Kabupaten Malang serta Situbondo.

Dengan tambahan kasus tersebut, total pasien meninggal dunia di Jatim sebanyak 372 (8,44 persen), sedangkan pasien sembuh mencapai 589 orang (13,36 persen).

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut mengingatkan cara paling jitu untuk melawan COVID-19 adalah disiplin, pola hidup bersih dan sehat serta patuh terhadap protokol kesehatan.

Terkait warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim 6.410 orang, dengan 3.088 orang (48,17 persen) di antaranya masih diawasi.

Selanjutnya, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 24.420 orang, dengan 4.037 orang (16,52 persen) masih dipantau. Sedangkan, kasus orang tanpa gejala (OTG) di Jatim jumlahnya mencapai 1.795 orang.