Liverpool

AEOMedia.com, Liga Inggris – Pemerintah Inggris akhirnya menyetujui kompetisi Premier League kembali digulirkan. Namun otoritas Liga Inggris baru diperbolehkan menggelar pertandingan pada 17 Juni, mundur sekitar sepekan dari rencana mereka sebelumnya.

Pengunduran jadwal tersebut dipastikan akan berdampak pada semakin padatnya jadwal Liga Inggris di akhir musim ini. Dengan sekitar sebelas laga tersisa bagi setiap tim, mereka dipastikan harus bermain setiap tiga hari sekali.

Mayoritas pertandingan akan dilakukan pada akhir pekan dengan empat pertandingan setiap Sabtu dan Ahad serta satu pertandingan pada Jumat dan Senin. Sisanya akan dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Artinya, nantinya akan ada setidaknya satu pertandingan setiap harinya. Seluruh pertandingan itu akan disiarkan secara langsung.

Meskipun demikian, klub-klub Liga Inggris disebut masih harus mengembalikan sebagian dana dari pemegang hak siar yang totalnya mencapai sekitar 340 juta pound sterling. Nilai itu, menurut Daily Mail, akan bisa dipangkas hingga 170 juta pound sterling saja jika Liga Inggris berhasil menyelesaikan musim ini pada akhir Juli.

Laporan yang sama menyebutkan Liga Inggris akan kembali dibuka dengan laga Manchester City vs Arsenal serta Aston Villa vs Sheffield United. Soal laga lain akan diatur lebih lanjut.

Jadwal yang super padat itu dikhawatirkan akan membuat pemain kelelahan dan akhirnya rentan mengalami cedera. Untuk mengantisipasi hal itu, otoritas Liga Inggris akan mengubah aturan soal pergantian pemain.

Jika sebelumnya setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan tiga pemain pengganti, kini mereka akan diperbolehkan membuat lima pergantian pemain setiap pertandingan.

Meskipun demikian, masih ada sejumlah hal yang belum terpecahkan. Misalnya soal stadion tempat pertandingan. Belum ada keputusan apakah seluruh pertandingan akan dilaksanakan di tempat netral atau tetap dengan format kandang dan tandang.

Klub-klub papan bawah keberatan jika seluruh pertandingan dilaksanakan di tempat netral. Pasalnya mereka menilai kesempatan untuk meraih angka akan lebih besar jika mereka bermain di kandang sendiri meskipun stadion tak diisi oleh suporter.

Ide menggelar pertandingan di area netral sendiri muncul setelah aparat kepolisian Inggris khawatir para suporter akan tetap berkerumun di sekitar stadion meskipun mereka tak bisa masuk dan menyaksikan langsung pertandingan.

Dua pilihan itu membuat pilihan ketiga muncul. Otoritas Liga Inggris menawarkan setiap pertandingan berjalan dengan format kandang dan tandang kecuali laga-laga beresiko tinggi seperti laga antar tim sekota atau laga besar lainnya.

Seluruh masalah ini dipastikan harus diselesaikan dalam waktu dekat. Otoritas Liga Inggris akan kembali menggelar pertemuan dengan semua petinggi klub pekan depan untuk memastikan kompetisi kembali bergulir sesuai jadwal serta memastikan keselamatan para pemain dan staf.