Apa Bahaya dari Mengejan (Ngeden) Terlalu Keras Saat BAB? – AEOmedia

AEOmedia.com: Apa Bahaya dari Mengejan (Ngeden) Terlalu Keras Saat BAB?, beraneka ragam portal kesehatan memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Apa Bahaya dari Mengejan (Ngeden) Terlalu Keras Saat BAB?.

Ketika buang air besar (BAB) tidak lancar, Anda mungkin akan mengejan agar feses keluar lebih mudah. Namun, berhati-hatilah karena mengejan (ngeden) terlalu keras saat BAB justru dapat menimbulkan bahaya bagi saluran pencernaan.

Risiko mengejan terlalu keras saat BAB

Feses yang normal memiliki tekstur lunak sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh dengan mudah. Saat Anda mengalami sembelit, kandungan air pada feses berkurang sehingga teksturnya menjadi keras.

Kondisi ini bisa bertambah buruk jika Anda jarang buang air besar. Pasalnya, feses dapat menumpuk di rektum, menjadi semakin padat dan keras, hingga akhirnya semakin sulit dikeluarkan saat buang air besar.

Saat hendak BAB, tubuh Anda akan bereaksi dengan mengejan. Namun, ngeden terlalu keras ketika BAB berarti Anda memaksakan feses yang padat dan keras untuk keluar dari anus yang berukuran kecil.

Hal itu mengakibatkan Anda berisiko mengalami beberapa kondisi yang dijabarkan di bawah ini.

1. Robekan pada anus (fisura ani)

Risiko pertama dari ngeden terlalu keras saat buang air besar atau BAB yaitu fisura ani. Fisura ani merupakan kondisi robeknya dinding bagian dalam anus akibat peregangan secara berlebihan.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh feses yang keras sehingga sulit dikeluarkan atau akibat BAB secara terus-menerus. Gejala utama dari fisura ani yaitu munculnya rasa sakit bersamaan dengan keluarnya feses.

Rasa sakit bisa bertahan selama beberapa menit hingga berjam-jam. Selain itu, Anda juga dapat mengalami gejala lain berupa:

  • adanya darah, baik darah pada feses atau darah yang menetes dari anus setelah feses keluar.
  • tampak luka robekan pada jaringan sekitar anus, serta
  • terdapat benjolan kecil di anus atau di sekitar jaringan yang robek, tapi gejala ini biasanya muncul jika fisura ani sudah berlangsung lama.

2. Prolaps rektum

Mengejan saat buang air besar atau BAB tidak hanya berdampak bagi anus, tapi juga rektum. Rektum merupakan bagian terujung dari usus besar yang berfungsi menampung feses sebelum dikeluarkan.

Prolaps rektum atau turunnya dinding rektum usus besar merupakan kondisi ketika posisi rektum berpindah dari jaringan yang menyangganya. Rektum kemudian terdorong keluar dari tubuh melalui bukaan pada saluran anus.

Cara paling efektif untuk mengatasi prolaps rektum yaitu melalui operasi. Setelah operasi, Anda masih harus menghindari berbagai faktor yang dapat menyebabkan sembelit serta mengonsumsi obat-obatan khusus bila diperlukan.

3. Wasir (ambeien)

Pembuluh vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah dapat meregang dengan mudah oleh tekanan. Lambat laun, pembuluh vena dapat membesar, mengalami pembengkakan, dan berkembang menjadi wasir (ambeien).

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan ambeien, dari kebiasaan duduk terlalu lama, sering menunda atau menahan BAB, hingga kebiasaan mengejan saat buang air besar. Tekanan saat mengejan akan melukai wasir dan menyebabkan perdarahan.

Anda bisa mencegah wasir dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya serat, minum cukup air, tidak menunda BAB, dan lebih banyak bergerak. Cara ini bermanfaat untuk mengembalikan tekstur normal feses sehingga tidak sulit dikeluarkan.

4. Kebocoran urine dan feses

Kebiasaan mengejan dapat membuat otot-otot yang mengatur pengeluaran urine dan feses menjadi lemah. Otot-otot tersebut tidak lagi bekerja dengan efektif sehingga Anda lebih berisiko mengalami kebocoran urine dan feses.

Tidak hanya itu, feses keras yang menumpuk di rektum juga dapat menekan kandung kemih dan memengaruhi fungsinya. Akibatnya, Anda harus lebih sering bolak-balik ke kamar mandi karena merasa sering buang air kecil.

Feses yang padat dan keras memang menimbulkan masalah tersendiri. Namun, mengejan terlalu keras saat buang air besar (BAB) bukanlah solusinya. Kebiasaan ini justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Normal atau tidaknya feses tergantung pada kebiasaan BAB dan apa yang Anda makan. Perbanyak konsumsi makanan kaya serat, minum cukup air, dan jangan menunda BAB agar feses tidak mengeras.

Hello Health Group dan AEOmedia tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Kesimpulan
Dari sedikit penjelasan di atas semoga memberikan tambahan mengenai seputar dunia cara sehat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Apa Bahaya dari Mengejan (Ngeden) Terlalu Keras Saat BAB? Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Apa Bahaya dari Mengejan (Ngeden) Terlalu Keras Saat BAB? – AEOmedia yang dipublish pada 28 March 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment