AEOMedia.com, Kesehatan – Kasus positif pasien corona Covid-19 merebak di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Pada awalnya hanya 17 orang pedagang yang terpapar, kemudian terus membludak hingga kini 158 orang.

“Pasien yang terpapar di Klaster Pasar Raya tidak hanya pedagang, namun juga ada pegawai yang bertugas di pasar tersebut,” kata kepala DinasPerdagangan Kota Padang, Andre Algamar kepada wartawan.

Pihaknya, saat ini, terus melakukan penelusuran dari seluruh orang yang terpapar di klaster Pasar Raya Padang, agar penyebarannya bisa diputus.

Untuk mempercepat memutus rantai penyebaran, tim terkait saat ini sudah mengambil sampel dari 749 orang pedagang Pasar Raya Padang.

“Setidaknya dari data yang ada, akan diambil sampel 1.000 orang pedagang,” jelasnya.

Melihat perkembangan kasus corona di Pasar Raya Padang, ia mengimbau pedagang maupun masyarakat yang berbelanja menerapkan protokol yang ada.

Jika tidak ingin ini terus membesar, masyarakat dan pedagang harus disiplin menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan.

Andre menyebut pihaknya juga menyemprotkan cairan disinfektan di pasar secara berkala, bahkan Pasar Raya Padang sempat ditutup selama lima hari kemudian dibuka lagi.

Sementara untuk wilayah Sumbar, jumlah pasien positif juga terus meningkat. Saat ini, totalnya mencapai 537 orang, 236 di antaranya dinyatakan sembuh, 25 jiwa meninggal dan sisanya masih diisolasi.

“Setiap hari tim medis di Laboratorium Fakultas Kesehatan Unand memeriksa ratusan hingga ribuan sampel,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Corona Sumbar, Jasman Rizal.

Hingga Rabu 27 Mei 2020, tidak ada satu pun daerah di Sumbar yang bertahan dari corona setelah Kabupaten Sijunjung mengumumkan 7 orang kasus pertamanya.

Kemudian jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total sebanyak 922 orang, 870 di antaranya dinyatakan negatif dan sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 8.941 orang, 137 di antaranya masih dipantau dan sisanya sudah selesai masa pantau.