Liverpool

AEOMedia.com, Liga Inggris – Liga Inggris akan segera bergulir lagi, meski berisiko besar di tengah pandemi virus corona covid-19. Semua pertandingan di Liga Inggris telah ditangguhkan sejak 13 Maret 2020 lalu. Keputusan itu diambil karena pandemi corona Covid-19.

Sebelum kompetisi rehat, pasukan Jurgen Kloppl memuncaki klasemen Liga Inggris. Dengan 82 poin, Liverpool unggul 25 angka dari pesaing terdekatnya, Manchester City.

Liverpool sudah unggul jauh di papan klasemen Liga Inggris ketika kompetisi ditangguhkan akibat pandemi virus Corona 13 Maret lalu. ‘Si Merah’ memimpin 25 poin atas Manchester City di posisi dua dan cuma butuh dua kemenangan dari sembilan laga terakhir untuk mengunci gelar.

Jika berhasil mewujudkannya, ini akan jadi titel Premier League pertama dalam sejarah Liverpool. Tapi ironisnya, anak-anak Merseyside tak akan bisa merayakannya dengan para pendukung karena situasi pandemi.

Mengangkat trofi Premier League pertama dalam sejarah klub tanpa kerumunan penonton diakui Henderson bakal terasa aneh. Tapi baginya yang terpenting saat ini adalah bersiap untuk menyelesaikan musim dengan sebaik mungkin.

Pemerintah Inggris telah memberi lampu hijau untuk kegiatan olahraga kembali bergulir mulai Juni nanti. Operator Liga Inggris memilih 12 Juni sebagai tanggal berlangsungnya lagi kompetisi.

Liga Inggris pun berpotensi mengikuti Bundesliga Jerman yang kembali menggelar pertandingan. Mantan dokter Chelsea Eva Carneiro heran dengan rencana melanjutkan Liga Inggris musim ini. Ia menyebut risiko untuk menggelar laga sangat besar.

“Sepak bola sama sekali tidak menghormati dan melindungi tenaga medis. Padahal dampaknya akan sangat besar, bahkan menyangkut urusan nyawa,” kata Eva seperti dilansir Evening Standard.

“Saya pikir semua harus mengambil tanggung jawab, klub, manajer, pemain. Mereka semua akan berpikir segalanya akan kembali normal dalam tiga pekan, padahal kenyataannya tidak,” ujarnya menambahkan.

“Orang-orang di sepak bola bakal melupakan protokol kesehatan dengan sangat cepat. Itu sangat berbahaya.”