Vendor Smartphone China Bersekongkol Benarkah, Huawei Gak Berani Komen

Vendor Smartphone China sepertinya membuat sebuah aliansi untuk melawan monopoli pasar aplikasi milik google yakni google Play Store. Menurut Deputy County Director Huawei Indonesia, Lo Khing Seng tidak mengetahui secara pasti tentang rencana tersebut.

“Kurang jelas ya, saya gak berani komen tentang itu,” ujarnya saat diwawancarai di acara konferensi pers pada Selasa (25/2/2020) di Jakarta. Menurutnya, Huawei lebih berfokus untuk mengembangkan App Gallery dan Huawei Mobile Service (HMS) besutannya.

Ia menambahkan pengembangan HMS lebih penting karena Huawei harus menyediakan suatu ekosistem bagi penggunanya. Pasalnya, Huawei sendiri terus meluncuran produk terbaru yang mesti ditopang oleh ekosistem pengganti Google Service tersebut.

Sampai saat ini Amerika masih menempatkan Huawei di daftar hitam perusahaan. Dengan begitu Google tidak dapat bekerja sama dengan Huawei secara langsung. Huawei sendiri sebelumnya dikabarkan tengah bersekongkol dengan beberapa vendor ponsel yakni Oppo, Vivo, dan Xiaomi untuk menyiapkan toko aplikasi pesaing Play Store. Toko aplikasi yang digadang akan menyaingi Google Play Store tersebut bernama Global Developer Service Alliance (GDSA).

Vendor-vendor asal China sendiri selama ini dianggap kekurangan aplikasi buatan pihak ketiga di toko aplikasi mereka masing-masing. Hal ini yang mendorong keempat vendor asal China tersebut untuk bekerja sama dalam membuat platform pesaing Google Play Store.