Miris! Diajak saudaraan sama Jenderal Dudung, begini jawaban menohok KKB Papua – AEOmedia

  • Whatsapp
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.. Foto: Istimewa

AEOmedia.com | Berita Terkini : Miris! Diajak saudaraan sama Jenderal Dudung, begini jawaban menohok KKB Papua, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Miris! Diajak saudaraan sama Jenderal Dudung, begini jawaban menohok KKB Papua, Kami merangkum informasi terbaru ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman soal ajakan bersaudara ke Kelompok Kriminal Bersenajata (KKB) Papua menuai polemik.

KKB Papua yang tergabung dalam Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) akhirnya angkat bicara menyampaikan sikap kerasnya atas pernyataan Jenderal Dudung Abdurachman.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.. Foto: Istimewa

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara KKB Sebby Sambom mengungkapkan dengan tegas bahwa kelompoknya tidak memiliki sejarah tentang hubungan keluarga dengan orang Indonesia dan Asia.

Sebby juga menilai orang Papua hanya memiliki sejarah keluarga dengan ras Melanesia di bagian wilayah Pasifik.

Sehingga pihaknya mempertanyakan hubungan saudara dengan aparat TNI tersebut.

“Saudara dalam hubungan apa?,” tanya Sebby kepada melalui pesan singkat, mengutip Era.id pada Jumat, 26 November 2021.

Kemudian dengan tegas, pihaknya pun memastikan bahwa pernyataan KASAD Jenderal Dudung hanyalah angan-angan belaka lantaran tidak akan pernah terwujud.

“Dan mimpi Kasad TNI itu menjaring angin Dan Dan mimpi hampa,” imbuhnya.

Pernyataan Dudung bikin publik bingung

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir Djamil turut menanggapi soal polemik pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menegaskan agar melakukan pendekatan khusus dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Sebagaimana diketahui, kata Nasir, pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa gerakan KKB di Papua sebagai terorisme.

Alasannya tak lain karena KKB kerap melancarkan berbagai aksi brutal terhadap warga sipil maupun aparat TNI-Polri. Bahkan belakangan KKB juga membunuh tenaga kesehatan.

“Pendekatan memukul diganti jadi pendekatan merangkul, tapi tentu saja kita teringat di bulan April yang lalu pemerintah telah memasukan KKB sebagai organisasi terorisme, meskipun dikritik oleh banyak pihak, termasuk Komnas HAM,” kata Nasir dalam acara Kompas Petang, dikutip  pada Jumat, 26 November 2021.

“Tentu pemerintah juga punya argumen kuat, tentu karena KKB Papua membunuh warga sipil, membunuh tenaga kesehatan, membunuh aparat TNI Polri, merusak fasilitas umum,” sambungnya.

KKB Papua. Foto: Ist
KKB Papua. Foto: Ist

Lantas Nasir pun mempertanyakan maksud dan tujuan dari Jenderal Dudung yang justru mengajak agar aparat TNI merangkul pihak KKB Papua.

Tentunya sikap Jenderal Dudung ini berbanding terbalik dengan sikap pemerintah yang menyatakan status KKB sebagai terorisme.

Oleh sebabnya Nasir menilai, ujaran yang diucapkan mantan Pangdam Jaya itu seakan membuat pemerintah menelan ludahnya sendiri.

“Pertanyaan saya, apakah pernyataan dari KASAD Jenderal Dudung Abdurachman itu sebagai sikap resmi pemerintah? Lalu bagaimana dengan sikap resmi pemerintah di bulan April yang lalu terkait penetapan KKB sebagai organisasi terorisme. Kalau begini kan kesannya pemerintah seakan menelan ludah sendiri,” ujar Nasir.

Nasir pun menyarankan agar pendapat Jenderal Dudung dan sikap pemerintah bisa seirama agar tidak menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.

“Dan ini apakah kemudian dengan pernyataan Jenderal Dudung ini, pemerintah telah mengeluarkan KKB itu sebagai organisasi terorisme? Kan harus jelas juga, jadi jangan abu-abu, pemerintah tentu harus punya sikap jelas. Di satu sisi, menyebut KKB sebagai organisasi terorisme, lalu sekarang begini (Jenderal Dudung merangkul KKB),” ucap Nasir.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *