Serial Musikal Nurbaya Lebih Hidup dengan 23 Lagu – AEOmedia

  • Whatsapp
Serial Musikal Nurbaya Lebih Hidup dengan 23 Lagu

AEOmedia.com: Serial Musikal Nurbaya Lebih Hidup dengan 23 Lagu, Beragam Perihal music & movie memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Yuk kita lihat Serial Musikal Nurbaya Lebih Hidup dengan 23 Lagu.

– Serial musikal Nurbaya secara cerita semakin menarik setelah Samsul Bahri menyelesaikan kuliahnya di Belanda dan kembali ke Jakarta menggeluti profesinya sebagai seorang advokat. Dalam episode 4, Samsul dan Nurbaya yang sempat punya hubungan spesial pada masa lampau diceritakan bertemu. Keduanya sepertinya akan bekerja sama untuk membongkar sisi kelam Meringgih yang memiliki kerjaan bisnis di klub Taman Edan.

Pertunjukan Nurbaya memanjakan mata dan telinga penonton sekaligus. Sebab ini mengusung konsep pertunjukan teater yang kemudian diadaptasi menjadi pertunjukan layaknya sebuah film.

Oleh karenanya, ada dua orang sutradara dalam serial dengan 6 episode ini. Sutradara teater dan sutradara film. Sutradara teater dipercayakan kepada Venytha. Sedangkan sutaradara film dipegang oleh Naya Anindita.

Untuk mempermanis aspek visual dari pertunjukan yang ditunjang oleh kemampuan akting yang ciamik, Ivan Tangkulung dipercaya melengkapinya dengan komposisi musik menarik. Menariknya lagi, ada sekitar 23 lagu yang akan membuat serial musikal ini lebih hidup.

Lagu-lagu yang dibuat itu terinspirasi dari novel Sitti Nurbaya karya Marah Roesli yang kemudian dipadukan dengan budaya musik Minang dan pop era 70-an. Seperti dalam lagu Harta, Tahta, Nurbaya, dan Takdir dan Pilihan. Selain itu, ada juga musik dangdut yang merupakan akulturasi musik Melayu dan India. Hal itu terdengar pada lagu Etek Rahma.

“Saya juga mendapat banyak masukan dari penulis naskah, sutradara, tim Indonesia Kaya dan teman-teman lain untuk memperkaya unsur musik Serial Musikal Nurbaya ini,” kata Ivan Tangkulung dalam keterangannya Senin (26/7).

Dia juga mengungkapkan, banyaknya lagu di dalam serial musikal Nurbaya, berdampak pada lamanya proses pengerjaan. Untuk komposisi musiknya sendiri, butuh waktu sekitar 2 bulan. Proses aransemen memakan waktu kurang lebih 4 bulan.

“Bagi saya, seluruh proses ini sangat mengharukan karena bisa bertemu orang-orang luar biasa yang tergabung dalam produksi ini. Saya sangat mengapresiasi karena berani mengambil risiko untuk memproduksi serial musikal pada masa pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Renitasari Adrian selaku Program Director www.Indonesiakaya.com mengungkapkan bahwa serial musikal ini menarik karena merupakan perpaduan harmonis antara aspek visual dan musik sebagai pengiring cerita. Hal ini menjadikan Nurbaya sebagai sebuah tontonan yang kaya akan makna.

“Audio dan visualisasi yang menarik menjadi hal wajib yang harus diutamakan dalam medium komunikasi yang ada saat ini. Ke depannya setelah keenam episode ditayangkan melalui YouTube IndonesiaKaya, kami akan meluncurkan playlist dari lagu-lagu dalam Serial Musikal Nurbaya ke beragam platform seperti kanal YouTube kami dengan format audio dan video, YouTube Music, Apple Music, Spotify, JOOX, Deezer, Amazon,” tuturnya.

Nurbaya adalah serial musikal yang diadaptasi dari novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Roesli. Tapi berbeda dari versi novelnya, serial musikal ini melakukan penafsiran ulang atas karya tersebut.

Setting tempatnya bukan lagi di Minangkabau pada tahun 1920-an, tapi diubah di Jakarta tahun 1970-an. Sejumlah penyesuaiannya juga dilakukan di serial musikal Nurbaya sebagai bentuk interpretasi ulang atas karya sastra monumental tersebut.

Nurbaya diperankan oleh Arawinda Kirana. Karakter Samsul Bahri diperankan oleh Bukie Mansyur. Sementara Meringgih dimainkan oleh Bima Zeno Pooroe.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *