Thursday, June 30, 2022
spot_img

Siap Beroperasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia 2023

Must Read

AEOMedia, JAKARTA – Sebentar lagi Indonesia akan melakukan pembangunan, pabrik baterai kendaraan listrik. Diperkirakan pembangunan akan memakan waktu sekitar 2-3 tahun, sesudah disepakati. Harapannya jika goal 100 persen, semoga RI tidak hanya menyuplai kebutuhan dalam negeri, tetapi sampai dengna pasar Asia Tenggara.

 

Pemerintah menargetkan Industri Baterai alias Electric Vehicle (EV) milik Indonesia akan beroperasi pada 2023 mendatang. Saat ini pemerintah tengah bernegosiasi dengan sejumlah produsen kendaraan listrik global agar masuk dalam ekosistem Electric Vehicle Indonesia.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, penggarapan mega proyek itu di bawah konsorsium BUMN. Konsorsium itu terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan MIND ID sebagai Holding BUMN Pertambangan.

Baca juga :  Xiaomi EV, Perusahaan Kendaraan Listrik yang Didaftarkan Xiaomi - AEOmedia

 

Dalam konsorsium itu MIND ID akan berkolaborasi dengan perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd (LG).

 

“Kita buat perusahaan baterai nasional partner Catl dan LG Chem. Ini untuk tahun 2023. Lainnya Indonesia tumbuh itu Insya Allah baik sama Indonesia,” ujarnya Kamis (25/2/2021).

 

Pemerintah memastikan ekosistem industri baterai kendaraan listrik menjadi wacana yang menarik perhatian investor dalam dan luar negeri. Perhatian itu dasari pada bentuk energi masa depan di hampir banyak negara yang akan dikonversi menjadi baterai.

 

Pembangunan EV merupakan kesempatan emas bagi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen kendaraan listrik di tengah wacana penggunaan energi baru terbarukan atau renewable energy yang menjadi topik hangat negara-negara maju dunia.

Baca juga :  Percepat Kurangi Emisi Karbon, Toyota Serius Garap Elektrifikasi - AEOmedia

 

Indonesia juga dinilai mampu membangun industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. Keyakinan itu bertolak dari kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim menempati posisi ke-7 sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2020.

 

Pertumbuhan ekonomi yang baik akan mempengaruhi kemampuan otoritas suatu negara untuk mengeksplorasi dan mengelola industri baterai. Dalam konteks itu, Indonesia memiliki kekuatan yang mumpuni untuk mendorong perkembangan industri baterai kendaraan listrik yang tengah digodok sejumlah BUMN Energi tersebut.

 

Pembentukan holding sudah ditetapkan jauh-jauh hari, di mana bisnis rantai pasokan baterai ini akan berjalan dari hulu ke hilir untuk kendaraan listriknya. Di hulu ada PT Aneka Tambang Tbk, yang akan mengelola pasokan nikel, di hilir ada Pertamina dan PLN yang sudah siap menjalankan tugas setelah teken.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: "Uang suami adalah istrinya, dan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -