Begini Cara Gubernur BI Paparkan Strategi Bank Digital RI

AEOMedia.com, JAKARTA – Digitalisasi masuk kedalam semua peranti teknologi dewasa ini, tidak terkecuali dalam dunia digitalisasi sistem pembayaran. Kebutuhan sistem pembayaran bertumbuh semakin pesat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Masyarakat sangat membutuhkan layanan digital yang cepat, dan aman untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Transaksi uang elektronik, tumbuh dan meningkat sudah mencapai 44 persen.

 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pandangan otoritas moneter berkaitan dengan tren perkembangan bank digital yang belakangan begitu marak, termasuk akselerasi investor e-commerce mencaplok bank-bank BUKU I dan BUKU II di perbankan Indonesia.

 

Hal itu diungkapkan Perry saat menjawab pertanyaan Founder/Chairman CT Corp Chairul Tanjung dalam dialog di acara CNBC Indonesia Outlook 2021. Salah satu tema menarik dalam diskusi itu selain vaksinasi mandiri, dana abadi Sovereign Wealth Fund (SWF), yakni bank digital dan Bitcoin.

Baca juga :  Fintech Pendanaan di ASEAN Dilaporkan Tumbuh - AEOmedia

 

“Sistem pembayaran dan bank digital, bagaimana sistemnya di BI,” tanya CT, panggilan akrab Chairul Tanjung, dalam dialog yang digelar Kamis ini (25/2/2021) langsung dari Studio CNBC Indonesia.

 

“Kami mendukung dan mendorong sangat cepat untuk kawan-kawan perbankan melakukan digitalisasi, tentu saja dengan tugas BI dalam hal digitalisasi sistem pembayaran,” kata Perry.

 

Pihaknya di bank sentral sudah bertemu dengan pelaku pasar perbankan untuk mendorong digitalisasi perbankan. “Kami sudah beberapa kali ketemu, puluhan bank sudah lakukan digitalisasi termasuk bank-bank BUMN yang ada di sini,” jelasnya.

 

Koordinasi juga terus dilakukan bersama dengan pelaku pasar dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Baca juga :  OJK Minta Pinjol Berizin Beri Bunga Rendah dan Patuhi Etika Penagihan - AEOmedia

 

“Nah tentu saja dalam lakukan digitalisasi, jenisnya banyak kan di perbankan. Kami dengan Mas Wimboh, bank, lalu ada pula bahas soal crowdfunding [urun dana] di Mas Wimboh [bagiannya OJK]. Kelembagaan bank juga di Mas Wimboh [bagian OJK]. Kami di sistem pembayaran. Alhamdulilah bank-bank semua pakai QRIS semua, bisa masuk ritel,” katanya.

 

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

 

“Bagaimana digital bank dihubungkan dengan fintech. Bagaimana juga nanti bank digital ini bisa nyambung BI fast payment, real time. Ini dipercepat, itu kedua. Ketiga, proses perizinan join office BI dan OJK. crowdfunding P2P [peer to peer] lending diterima sama-sama. Kalau sistem pembayaran izinnya ke BI.

Baca juga :  3.000 Pinjol Ilegal yang Meresahkan Sudah Ditutup - AEOmedia

 

Selain itu, BI juga akan merumuskan central bank digital currency yang akan diterbitkan BI dan diedarkan dengan bank-bank dan fintech secara whole shale (korporasi) dan ritel.

 

“Kami juga koordinasi erat dengan bank-bank sentral lain untuk keluarkan ke depan central bank digital currency,” kata Perry.

 

Arus digitalisasi Di Indonesia sudah terbukti memberikan banyak kemudahan, bahkan  mampu menembus pasar yang lebih besar. Demikian juga dalam memeroleh informasi secara luas, dan mudah menemukan partner yang potensial untuk berkolaborasi. Pada dasarnya teknologi digital dapat melakukan perhitungan sangat cepat, dan memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numerik (kode digital).

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Begini Cara Gubernur BI Paparkan Strategi Bank Digital RI yang dipublish pada 25 February 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment