Wednesday, May 18, 2022
spot_img

Memprihatikan, DFSK Hanya Mampu Jual 635 Unit Saja Dalam Satu Tahun – AEOmedia

Must Read

AEOmedia.com | Otomotif : Memprihatikan, DFSK Hanya Mampu Jual 635 Unit Saja Dalam Satu Tahun, beraneka ragam berita otomotif memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Mari dilihat: Memprihatikan, DFSK Hanya Mampu Jual 635 Unit Saja Dalam Satu Tahun.

JawaPosm –  Seperti diberitakan sebelumnya penjualan mobil baru di Indonesia sepanjang tahun 2021 menurut catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 887.202 unit. angkaini naik 66,7 persen bila dibandingkan tahun 2020 yang hanya 532.027 unit secara keseluruhan penjualan (pabrik ke diler).

Disisi lain penjualan retail (diler ke konsumen) sepanjang tahun 2021 tidak jauh berbeda, yaitu sebanyak 863.348 unit, naik 50,3 persen dari penjualan retail di 2020 sebanyak 578.321 unit.

Kenanikan angka tersebut sepanjang 2021 mendekati perkiraan penjualan Gaikindo, yakni sebanyak 900 ribu unit. Hal ini terjadi dalam situasi pandemi yang tertolong dengan kebijakan pemerintah yaitu program rileksasi PPnBM.

Baca juga :  Jarang Peminat, Penjualan DFSK Loyo Dibayangi Merek MG yang Masih Baru - AEOmedia

Pasti akan menjadi angin segar bagi Agen Pemegang Merek (APM) dalam mendongkrak penjualan, khususnya yang telah memenuhi persyaratan. Sheetal dari program pemerintah untuk mendorong penjualan seperti APM sudah memiliki strategi sendiri.

Bebera merek seperti Honda, Daihatsu, Toyota atau Suzuki mampu menjual kendaraan dalam kurun waktu 12 bulan, meskipun pemberlakuan PPnBM dimulai bulan April 2021. Namun demikian juga halnya dengan merek DFSK, dimana pada tahun 2021 penjualan merek mobil asal Tiongkok ini ratusan unit tepatnya hanya 635 unit (whole sales) untuk 11 varian yang dijual di Tanah Air.

Berbeda dengan merek Wuling yang sama-sama Tiongkok mampu menjual 25.564 unit (seluruh penjualan) yang memiliki 17 varian yang dijual di Indonesia. Keduanya tidak dapat mengikuti program PPnBM karena tidak memenuhi persyaratan yang diberlakukan pemerintah, meskipun keduanya memiliki pabrik di Indonesia.

Baca juga :  DFSK Pertahankan segmen SUV Karena Masih Banyak Peminat di Indonesia - AEOmedia

Meskipun begitu kedua merek Tiongkok ini memberikan subsidi sendiri untuk menarik konsumen. Lini produk yang dimiliki DFSK dan Wuling sangat mirip, namun jumlah varian masih dimenangkan oleh Wuling.

Harus diakui aftersales Wuling lebih mumpuni dibanding DFSK, ini yang menjadi salah satu faktor konsumen untuk menentukan produk. Sejak kemunculan pertama DFSK sudah terseok, tertinggal jauh dengan Wuling dalam hal penjualan.

Pada tahun 2017, di tahun pertama, Wuling mampu membukukan angka penjualan ritel (dealer ke konsumen) sebanyak 3.268 unit. Sementara DFSK pada 2018 menjual 839 unit. Sedangkan tahun 2019 penjualan DFSK meningkat tajam menjadi 3.260 unit. DFSK menjangkau pasar 0,3% pada 2019, naik dari 0,1% tahun sebelumnya.

Baca juga :  Tak Dilirik Pasar, DFSK Gelora E Hanya Laku 2 Unit Hingga Akhir 2021 - AEOmedia

Pada 2020, Wuling bertengger di posisi 9 sebagai merek terlaris di Indonesia dengan catatan penjualan sebanyak 9.532 unit, berada di atas Nissan dengan angka 7.408 unit. Sementara DFSK terseok untuk bisa merengsek 10 besar sebagai mobil terlaris, karena hanya mampu mengumpulkan penjualan 2.424 unit.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Inilah Game Dekor Rumah yang Paling Menarik Untuk Dimainkan

Memang akan sangat mengasyikan jika bisa bermain game yang isinya bercerita tentang aktivitas sehari-hari seperti di kehidupan nyata. Kerennya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -