Thursday, June 30, 2022
spot_img

71 Persen Bumil Masih Konsumsi SKM, Sosialisasi Dianggap Masih Minim – AEOmedia

Must Read

AEOmedia.com: 71 Persen Bumil Masih Konsumsi SKM, Sosialisasi Dianggap Masih Minim, beraneka macam berita terbaru sehat bersama memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu 71 Persen Bumil Masih Konsumsi SKM, Sosialisasi Dianggap Masih Minim.

– Susu Kental Manis atau SKM bukanlah penunjang sumber gizi seperti minuman susu. Sebab, SKM lebih banyak mengandung gula. Sehingga, pandangan SKM adalah susu justru bisa mendatangkan masalah kesehatan seperti diabetes jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sayangnya, ternyata masih ada masyarakat yang belum menyadari kalau SKM bukanlah susu. Bahkan, dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), SKM juga banyak dikonsumsi oleh ibu hamil. Hasilnya pun cukup tinggi yakni 71 persen ibu mengosumsi SKM sebagai asupan gizi selama hamil.

Baca juga :  Ikatan Bidan Minta Susu Kental Manis Cantumkan Larangan untuk Balita - AEOmedia

Melihat hal tersebut, Yuli Supriati Ketua Bidang Advokasi Kesehatan YAICI, mengatakan, edukasi tentang gizi dan dampak SKM masih perlu dilakukan secara masif. Semua pihak bahkan harus bisa terlibat agar informasi yang salah tentang SKM tak lagi ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.

Bahkan, tak hanya ibu hamil, SKM pun masih diberikan pada anak-anak sebagai minuman susu. “Masih banyak ibu-ibu yang memberikan kental manis kepada anaknya, padahal kental manis gizinya sedikit dan lebih banyak gulanya,” papar Yuli baru-baru ini.

Untuk itu, edukasi SKM harus perlu dilakukan. Bahkan, harus mulai mengedukasi pada masyarakat bahwa SKM hanya bisa dimanfaatkan susu sebagai topping atau penambah rasa dalam makanan.Baru-baru ini, YAICI bekerja sama dengan PP Aisyiyah mengedukasi warga Bantargebang yang tinggal di sekitar rumah gizi.

Baca juga :  Survei Ungkap Pola Unik Bumil saat Pilih Dokter Kandungan - AEOmedia

Di luar konsumsi SKM, Praktisi dan Konsultan Gizi, Herawati, mengakui, memang banyak makanan sehat yang belum diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat lebih senang terhadap makanan-makanan yang instan aliasn mudah tanpa ribet mengolahnya.

Padahal, untuk mendapatkan makanan bergizi bisa diolah sendiri dan tidak perlu mahal. Misalnya untuk mendapatkan protein bisa mengosumsi tempe atau telur dan sayur-sayuran.

Kesimpulan
Dari sedikit keterangan di atas semoga memberikan tambahan pengetahuan seputar dunia sehat bersama dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas 71 Persen Bumil Masih Konsumsi SKM, Sosialisasi Dianggap Masih Minim Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: "Uang suami adalah istrinya, dan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -