Pertanyaan sederhana untuk Anies Baswedan: Anda kadrun bukan? – AEOmedia

  • Whatsapp
Anies Baswedan membaca buku karya Ustaz Farid Okbah

AEOmedia.com | Berita Terkini : Pertanyaan sederhana untuk Anies Baswedan: Anda kadrun bukan?, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Pertanyaan sederhana untuk Anies Baswedan: Anda kadrun bukan?, Kami merangkum portal ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri program podcast di saluran Youtube Deddy Corbuzier. Menariknya, belum juga apa-apa, dia langsung mendapat pertanyaan yang menjurus langsung ke kehidupannya secara personal.

Deddy bertanya kepada Anies, benarkah tudingan yang menyebut dirinya kadrun (kadal gurun) benar? Sebab, sejauh ini, mantan Menteri Pendidikan tersebut sama sekali tak pernah sekalipun meresponsnya.

“Bapak Anies Baswedan, saya punya pertanyaan paling berbahaya untuk Anda. Pak, Anda ini Kadrun bukan?” tanya Deddy Corbuzier kepada Anies, dikutip AEOmedia, Kamis 25 November 2021.

Mendengar pertanyaan tersebut, Anies lantas terkejut. Dia malah balik bertanya ke Deddy, apa sebenarnya arti kadrun?

“Makanya itu saya mau nanya, di mana-mana kan bilang bapak ini kadrun, kadal gurun. Makanya mending saya langsung nanya ke orangnya,” timpal Deddy.

Anies Baswedan membaca buku karya Ustaz Farid Okbah. Foto Instagram @faridokbah_official

Anies menegaskan, apapun maknanya, dia bukanlah kadrun. Sebab, sesuai nama yang telah diberikan orang tuanya, dia adalah ‘Anies Banswedan’ dan sekarang menjabat sebagai Gubernur DKI.

Lebih jauh, dia menjelaskan, labeling merupakan produk dari pikiran seseorang. Sehingga, dirinya mengaku tak bisa mencegah orang-orang yang menudingnya demikian.

“Kita ini dalam bekerja, melangkah kan bawa ide dan gagasan ya. Kalau yang dukung macem-macem tuh. Nah, kita ini sebenarnya gak bisa ngatur pikiran. Yang bisa kita atur hanya tindakan. Pikiran dan perasaan tak bisa,” tuturnya.

Anies Baswedan bukan kadrun

Melalui kesempatan yang sama, Anies menyadari, ada sejumlah orang yang menudingnya kadrun dan memiliki pandangan ekstemisme. Padahal, menurutnya, makna ekstrem itu luas dan bisa saja berkonotasi positif.

Namun, jika itu mengacu ke hal-hal negatif, sebenarnya ekstremisme bisa dibentengi dengan kemampuan berpikir kritis. Sebab, kata dia, hanya dengan cara tersebut, pikiran manusia bisa dikendalikan.

“Cara menghadapi ekstremisme adalah dengan berpikir kritis. Maka dengan begitu, dia punya benteng untuk menghadapi ekstremisme apapun,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara Lapor Pak. Foto: YouTube
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara Lapor Pak. Foto: YouTube

Anies berkisah, dirinya tak pernah merespons tudingan yang menyebutnya sebagai penganut ekstrem dan tidak toleran kepada siapapun. Alih-alih melawan balik, dia lebih memilih untuk membuktikannya dengan aksi nyata.

“Dulu saya enggak bisa jawab. Karena kalau saya jawab A, itu enggak ada buktinya. Saya dituduh B, saya bukan B, eh ditanya apa buktinya? Saya tak mau bantah, saya hanya bertanya ke mereka, buktikan dong. Kalau tidak bisa buktikan, batalkan tuduhan itu,” kata dia.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *