KPPPA Kecam Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Pelajar di Jatim – AEOmedia

  • Whatsapp
Jawapos TV

AEOmedia.com: Kami merangkum informasi ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul KPPPA Kecam Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Pelajar di Jatim.

–Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengecam keras kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang siswi di Kota Malang, Jawa Timur.

Read More

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar meminta aparat mengusut tuntas, menegakan hukuman, serta memberikan sanksi terhadap pelaku, sesuai dengan UU yang berlaku.

”Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi sangat keji. Korban yang masih berusia 13 tahun, diperkosa saat pulang sekolah dan kemudian dianiaya delapan orang termasuk oleh satu orang pelaku pemerkosaan,” kata Nahar seperti dilansir dari Antara Kamis (25/11).

Baca :  Kota Malang Batasi Wisatawan, Nginap di Hotel Wajib PCR - AEOmedia

Nahar menegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas dengan menerapkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku dapat dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu pasal 80 atas tindak kekerasan dan pasal 81 atas tindak pemerkosaan kepada korban.

Atas pengungkapan kasus itu, pihaknya mengapresiasi Polresta Malang yang cepat menangkap para terduga pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski para terduga pelaku masih berusia anak, kata Nahar, Kemen PPPA akan memastikan agar proses hukum para terduga pelaku sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012.

”Kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim, Pemprov Jatim, Pemkot Malang, dan Lembaga Pendamping Anak, untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan melakukan pendampingan terhadap korban. Saat ini korban ditempatkan di Rumah Aman di Batu untuk memulihkan psikis,” tutur Nahar.

Baca :  KPAI Sebut Banyak Dampak Negatif Dalam Pernikahan Usia Muda - AEOmedia

Nahar menambahkan, korban dalam dua tahun terakhir tinggal di salah satu Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa yang dititipkan ibu kandungnya. Korban merupakan anak tunggal dari ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tinggal di Sidoarjo.

Nahar meminta lembaga-lembaga panti asuhan yang merawat dan mengasuh anak harus dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar. Termasuk memastikan anak-anak yang bersekolah di luar lembaga tempat tinggalnya terhindar dari ancaman tindak kejahatan dan risiko buruk lainnya.

Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan mengenai anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas KPPPA Kecam Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Pelajar di Jatim Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan mudahnya mendapatkan informasi dari dari internet.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Baca :  Kota Malang Batasi Wisatawan, Nginap di Hotel Wajib PCR - AEOmedia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *