Berebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taiwan Bersaing Daftar CPTPP – AEOmedia

  • Whatsapp
Berebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taiwan Bersaing Daftar CPTPP

AEOmedia.com: Berebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taiwan Bersaing Daftar CPTPP, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Berebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taiwan Bersaing Daftar CPTPP, Kami merangkum informasi terbaru dari internasional ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Berebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taiwan Bersaing Daftar CPTPP.

– Tiongkok dan Taiwan berebut tiket dagang. Dua negara yang berseteru itu sama-sama mendaftar untuk menjadi anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Beijing mendaftar lebih dahulu disusul dengan Taipei. Tapi, belum ada satu pun dari mereka yang diterima.

Read More
Baca :  Punya Sinovac, Tiongkok juga Pesan Vaksin AS, tapi Belum Disetujui - AEOmedia

Begitu tahu Taiwan mendaftarkan diri ke CPTPP, Tiongkok berang. Negara yang dipimpin Xi Jinping itu menentang. Taiwan sejatinya sudah melobi selama bertahun-tahun untuk bisa bergabung di kesepakatan perdagangan trans-Pasifik tersebut. Namun, baru Kamis (23/9) mereka mengumumkan telah mendaftar secara resmi.

”Taiwan tidak bisa ditinggal dan harus berintegrasi ke dalam ekonomi regional,” terang Juru Bicara Pemerintah Taiwan Lo Ping-cheng seperti dikutip Agence France-Presse.

Taiwan tahu akan dijegal Tiongkok, tapi mereka menegaskan bahwa Taipei lebih baik dibandingkan Beijing. Sebab, mereka adalah negara yang demokratis.

Tiongkok di lain pihak selama ini mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya. Mereka berjanji merebut Taiwan suatu hari nanti. Beijing merasa bahwa Taipei seharusnya tidak diizinkan bergabung ke CPTPP. Mereka menentang negara mana pun yang menjalin kerja sama resmi dengan Taiwan.

Baca :  Tiongkok Tetapkan Batas Minimal Jam Tidur Bagi Anak SD hingga SMA - AEOmedia

”Kami juga menentang pendaftaran Taiwan ke kesepakatan ataupun organisasi resmi,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian. Tiongkok mengajukan pendaftaran resmi ke CPTPP pekan lalu.

CPTPP ditandatangani pada 2018 oleh 11 negara, yaitu Australia, Brunei, Kanada, Cile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam. Awalnya pakta tersebut diusulkan Amerika Serikat untuk mengucilkan Tiongkok. Beijing memiliki kesepakatan perdagangan regionalnya sendiri. Namun, usaha AS buyar ketika Donald Trump menjabat presiden pada 2017. Presiden ke-45 AS itu meremehkan perjanjian multilateral dan menarik diri dari rencana pembentukan CPTPP.

Itu adalah pakta perdagangan terbesar di wilayah Asia-Pasifik yang menguasai sekitar 13,5 persen perekonomian global. Mereka yang ingin bergabung harus mendapatkan dukungan penuh dari semua anggota. Karena itu, Tiongkok maupun Taiwan bakal sulit untuk masuk CPTPP. Terlebih, saat ini Tiongkok berselisih dengan sejumlah negara Barat dan Australia. Sydney tengah berselisih terkait perdagangan dengan Beijing.

Baca :  Saat WHO Tegur Negara Kaya, Xi Jinping Sumbangkan Vaksin Covid-19 - AEOmedia

Australia menyebutkan bahwa Tiongkok harus lebih baik dalam memberlakukan perdagangan bebas jika ingin bergabung dengan CPTPP. Mereka juga harus mengakhiri pembekuan pembicaraan dagang dua negara terlebih dulu. Di lain pihak, negara-negara kecil di CPTPP tidak mau mengambil risiko menimbulkan kemarahan Tiongkok dengan menerima Taiwan. Jepang di lain pihak justru mendukung pendaftaran Taiwan.

”Jepang menyambut pendaftaran Taiwan ke CPTPP,” terang Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *