Yowis Ben 3 Suguhkan Cerita Pertemanan, Keluarga, hingga Asmara – AEOmedia

  • Whatsapp
Jawapos TV

AEOmedia.com: Yowis Ben 3 Suguhkan Cerita Pertemanan, Keluarga, hingga Asmara, beraneka ragam berita terbaru musik dan film terbaru memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Simak Yuk dan kita lihat Yowis Ben 3 Suguhkan Cerita Pertemanan, Keluarga, hingga Asmara.

‒ Melanjutkan sukses yang berhasil terbangun dari film Yowis Ben 1 (2018) dan Yowis Ben 2 (2019), tahun ini serial ketiga dari film tersebut bakal kembali menghibur penonton. Rencananya besok (25/11) Yowis Ben 3 diputar serentak di bioskop seluruh Indonesia. Menjelang pemutaran, Selasa (23/11) beberapa cast yang terlibat dalam film itu melakoni road show ke beberapa kota. Termasuk menyambangi kantor redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya.

Read More

Sama seperti dua seri sebelumnya, seri ketiga itu juga masih lekat dengan dialog berbahasa Jawa. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri. Terutama bagi para pemain yang tidak menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian. ’’Bapak ibuku asli Solo-Purwokerto. Jadi, aku masih familier dan ndengerin bahasa Jawa, tapi bukan menjadi mother tongue-ku. Begitu baca naskah, wah asyik juga nih bahasa Jawa. Tapi, pas dapat naskah agak panjang ya mikir juga,’’ terang Putri Ayudya, pemeran Mbak Rini.

Baca :  Bayu Skak Ajari Tatjana Saphira Bahasa Jawa - AEOmedia

Dia mengaku banyak terbantu dengan cast lain. Satu sama lain saling mengingatkan dan mengoreksi. Dia juga merasa tim Yowis Ben 3 sangat solid dan saling sayang. Dengan begitu, proses syuting berlangsung nyaman dan menyenangkan.

Anggika Bolsterli yang memerankan tokoh Mia mengaku sudah lebih terbiasa dan mengerti dengan dialog berbahasa Jawa dalam Yowis Ben 3. Sebab, dia sudah banyak belajar pada seri kedua. ’’Mamaku memang asli Madiun. Tapi, aku termasuk passive learning. Terlibat dalam film ini jadi banyak adaptasi dan belajar lebih cepat menangkap bahasa,’’ terangnya tentang film yang disutradarai Fajar Nugros dan Bayu Skak tersebut.

Bayu Skak yang juga penulis naskah film menjelaskan, pemilihan kata bahasa Jawa diperhatikan betul. Contohnya, menggunakan kata sesuk bukan mene, yang artinya besok. ’’Pakai bahasa Jawa yang luas seperti sesuk kowe arep ning ndi? Bukan mene koen ndek ndi? Sehingga orang Jatim maupun Jateng sama-sama memahami maksudnya,’’ paparnya.

Dia menambahkan, keseluruhan cerita pada seri ketiga menyuguhkan kisah seputar pertemanan, keluarga, hingga asmara yang dibalut dengan sentuhan komedi dalam sebuah band. Sementara itu, Joshua Suherman yang memerankan Doni teringat proses syuting yang dilakukan dengan prokes ketat selama pandemi tahun lalu. Syuting yang memakan waktu 30 hari sempat terjeda selama enam bulan akibat PSBB dan kondisi Covid-19 yang merangkak naik saat itu.

Baca :  Bayu Skak Ajari Tatjana Saphira Bahasa Jawa - AEOmedia

’’Saat gelombang Covid-19 sudah turun, kami baru berani syuting lagi dengan prokes superketat. Dan, itu menjadi hal yang sangat baru buat kami,’’ ujar mantan penyanyi cilik tersebut. Bahkan, ada ring 1 di area syuting yang hanya boleh untuk kru tertentu. Hal itu sempat menyulitkan. Sebab, pada dua seri sebelumnya, ada kebiasaan cangkrukan antarkru dan para cast di lokasi. Yang lantas menciptakan ide dadakan di luar naskah dan justru menjadi titik kelucuan tersendiri.

Covid Meledakkan Bujet

BAYU Skak yang bertindak sebagai penulis naskah sekaligus sutradara dan pemeran tokoh Bayu dalam Yowis Ben 3 menceritakan kisah di balik pembuatan film tersebut. Termasuk tantangan besar yang harus dijalani saat harus syuting pada masa pandemi. Berikut petikan obrolan Jawa Pos dengan pria bernama asli Bayu Eko Moektito itu.

Yowis Ben 3 mengisahkan apa?

Ini merupakan eskalasi dari yang pertama dan kedua. Sebab, kami sudah empat tahun bersama. Ingin memberikan tontonan yang lebih dari sebelumnya. Seri pertama menceritakan pembentukan band Yowis Ben. Seri kedua tentang mempertahankan band itu agar eksis. Seri ketiga ini seputar problem masing-masing anggota band.

Baca :  Bayu Skak Ajari Tatjana Saphira Bahasa Jawa - AEOmedia

Bagaimana perkembangan alur masing-masing tokoh?

Tokoh Bayu beralih cintanya kepada Asih (Anya Geraldine). Namun, tiba-tiba datang tokoh Susan (Cut Meyriska) yang dulu dicintai Bayu. Jadi, seputar cinta segitiga. Tokoh Doni harus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara tokoh Nando punya keinginan kuliah di luar negeri, padahal band lagi naik daun.

Apa yang membedakan seri ketiga ini dengan sebelumnya?

Dari segi gambar berbeda. Kami juga syuting di empat kota, yakni Banyuwangi, Solo, Kediri, dan Malang saat kondisi Covid 2020. Sehingga harus menyediakan bujet besar untuk prokes. Contohnya, pada saat scene di panggung yang melibatkan 150-an orang figuran. Dan semua harus di-swab. Bujet Covid di perfilman itu gede banget. Makanya perfilman kita terpuruk banget.

Mengapa memilih tetap melanjutkan proses syuting?

Film mana pun punya momentumnya. Lebih baik mengejar itu. Selain itu, kasihan para kru yang bergantung pada proyek film ini. Kami ingin menawarkan tontonan yang menghibur. Biar enggak sepaneng. Kalau kita senang, kan bisa menaikkan imunitas.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *