Hari ini ISHG tembus 6300, ada 10 Saham yang Menjadi Big Cap

0
5

Jakarta, AEOMedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,15% dengan nilai perdagangan selama sepekan tercatat sebesar Rp 63,44 triliun. Harga saham-saham mayoritas mengalami penguatan, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar.

Namun ada saham yang juga mengalami koreksi, dan terdepak dari jajaran 10 saham berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Investor asing pun masih melakukan aksi jual pada pekan lalu, yakni senilai Rp 556 miliar di pasar reguler.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (22/2/21). Indeks acuan bursa nasional tersebut ditutup menguat 1,10% ke 6.300,25.
Nilai transaksi siang ini sebesar sebesar Rp 8,8 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 500 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 139 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 151 miliar.

Baca :  27 Perusahaan Besar Akan Jual Saham di Bursa Saham, Siapakah Mereka?

Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang dilego Rp 46 miliar dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang dijual Rp 83 miliar.

Beberapa saham top gainers hari ini di sesi I yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) melesat 17,33% Rp 11.000/saham, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) meroket 19,77% Rp 206/saham, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 12,93% di level Rp 2.970/saham.

Dari dalam negeri, pemerintah mengeluarkan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sektor otomotif selama 2021 dan akan mulai berlaku pada 1 Maret mendatang.

Adanya relaksasi ini ditujukan untuk mendorong pemulihan industri manufaktur, salah satunya industri otomotif yang terdampak berat akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Selain relaksasi PPnBM, Bank Indonesia juga memberikan sentimen positif ke saham sektor otomotif. Kamis (18/2/2021) lalu, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan.

Baca :  Deratan Broker Paling Aktif Pekan Ini, Nomor 1 Mirae

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%,” kata Perry usai RDG, Kamis (18/2/2021).

Selain itu, BI melonggarkan aturan Loan to Value(LTV) untuk kredit kendaraan bermotor yang menggunakan fasilitas bank. Kini membeli mobil melalui KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor bisa tanpa DP alias Down Payment.

BI juga memutuskan untuk membebaskan uang muka alias DP 0% bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Aturan ini berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Seperti pada pekan-pekan sebelumnya, posisi pertama masih diduduki oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai dengan nilai market cap-nya sebesar Rp 833 triliun atau turun Rp 7 triliun dari pekan sebelumnya.

Baca :  Saham-saham Property Terdongkrak Naik Karena Kebijakan DP Nol

Selanjutnya, di posisi kedua masih dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai market cap-nya sebesar Rp 585 triliun atau naik Rp 14 triliun.

Sementara itu, market cap PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil mendepak posisi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dari daftar 10 besar big cap pada pekan lalu, di mana market cap EMTK naik ke posisi ke-9 dan BBNI masuk di posisi ke-10.

Kapitalisasi pasar atau market cap adalah nilai pasar dari sebuah emiten, perkalian antara harga saham dengan jumlah saham beredar di pasar, semakin besar nilai market cap emiten maka pengaruh pergerakannya juga besar terhadap pergerakan IHSG.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here