AEOMedia.com, Kesehatan – Kasus infeksi virus corona (COVID-19) di Brasil terus meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pada Kamis (21/5/2020), negara ini kembali melaporkan angka rekor kasus infeksi baru COVID-19, yaitu sebanyak 18.508 kasus.

Dengan penambahan sebanyak itu, kasus total corona di Brasil kini naik menjadi 310.087 kasus. Ini menjadikannya sebagai pusat penyebaran di Amerika Latin dan negara ketiga dengan kasus corona terbanyak di dunia, di belakang Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

AS memiliki 1.618.903 kasus. Sementara Rusia memiliki 317.554 kasus.Selain angka kasus baru, angka kematian akibat COVID-19 di Brasil juga mencetak rekor, yaitu sebanyak 1.188 kematian baru dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dilaporkan AFP mengutip the Brazilian Report. Sehingga saat ini angka kematian total akibat virus asal Wuhan itu di Brasil sebanyak 20.047 kasus.

Namun demikian jumlah pasien sembuh juga terus meningkat di negara ini, yaitu ada sebanyak 125.960 orang, menurut Worldometers.

Pesatnya peningkatan kasus baru di Brasil terjadi karena Presiden negara ini, Jair Bolsonaro, terlalu menyepelekan wabah.

Menurut laporan Time, saat angka kematian akibat COVID-19 di Brasil mencapai 10.000 jiwa pada 9 Mei, Bolsonaro sama sekali tidak menerbitkan aturan untuk mencegah penyebaran wabah atau meluangkan waktu untuk menghormati para korban meninggal. Ia malah bermain jet ski di Danau Paranoá di Brasília.

Ia bahkan mengeluarkan candaan soal ketakutan warganya akan wabah tersebut. “Tidak ada yang bisa dilakukan [tentang hal itu]. Ini suatu kegilaan,” katanya.

Peningkatan kasus corona yang gila-gilaan di negara ini tidak hanya membuat sistem kesehatan kewalahan menangani pasien namun menyerbabkan kehancuran ekonomi. Apalagi, ekonomi Brasil tergolong lemah, tidak seperti hot spot corona global lainnya sebelumnya seperti Italia, Spanyol dan AS.

Pada April lalu, Bolsonaro bahkan telah memecat Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta setelah Mandetta meminta warga Brasil untuk mengikuti aturan jarak sosial (social distancing) dan tetap berada di dalam rumah.

Mandetta mengumumkan kabar itu di Twitternya dan mengatakan Bolsonaro telah menyerahkan pemberitahuan pemecatan itu padanya.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tim yang bersama saya di Kementerian Kesehatan, dan saya berharap penerus saya sukses sebagai Menteri Kesehatan. Saya berdoa kepada Tuhan dan Bunda Maria dari Aparecida untuk memberkati negara kita.” tulis Mandetta, menurut BBC.

Setelah Mandetta muncur, Nelson Teich menggantikan posisinya sebagai Menteri Kesehatan. Namun, Teich telah mengajukan pengunduran diri pekan lalu setelah baru menjabat selama empat minggu.

Teich tidak menyebutkan alasannya mengundurkan diri. Namun saat menjabat ia sempat melayangkan kritik pada Bolsonaro karena mengeluarkan dekrit yang memungkinkan gym dan salon kecantikan dibuka kembali di tengah pandemi.

Bolsonaro terus menganggap COVID-19 sama seperti flu ringan dan mengatakan penyebaran COVID-19 tidak terhindarkan.