AEOMedia.com, Kesehatan – Jumlah pasien positif Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 5.188.656 hingga Jumat (22/5/2020). Adapun jumlah mereka yang meninggal dunia sebanyak 334.057. Sedangkan pasien sembuh tecatat ada 2.078.467.

Berikut 10 besar negara dengan kasus terbanyak di dunia:
Amerika Serikat, 1.619.936 kasus, 96.280 meninggal dunia, 382.100 sembuh.
Rusia, 317.550 kasus, 3.099 meninggal dunia, 92.681 sembuh.
Brazil, 310.090 kasus, 20.047 meninggal dunia, 125.960 sembuh.
Spanyol, 280.120 kasus, 27.940 meninggal dunia, 196.960 sembuh.
Inggris, 250.910 kasus, 36.042 meninggal dunia
Italia, 228.010 kasus, 32.486 meninggal dunia, 134.560 sembuh.
Perancis, 181.830 kasus, 28.215 meninggal dunia, 63.858 sembuh.
Jerman, 179.020 kasus, 8.309 meninggal dunia, 158.000 sembuh.
Turki, 153.550 kasus, 4.249 meninggal dunia, 114.990 sembuh.
Iran, 129.340 kasus, 7.249 meninggal dunia, 100.560 sembuh.

Krisis ekonomi akibat pandemi telah menyebabkan 11,5 juta orang menganggur di Amerika Latin. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh PBB dan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Melansir dari Aljazeera, perkiraan PBB, Amerika Latin dan Karibia akan mencapai angka total 37,7 juta orang yang akan menjadi pengangguran. Laporan yang diterbitkan Kamis (21/5/2020), ekonomi Amerika Latin diperkirakan juga akan menyusut 5,3 persen.

Jumlah kematian harian akibat virus corona yang terdaftar di Perancis turun menjadi 83. Seorang dokter kenamaan di negara itu mengatakan, Perancis tidak melihat adanya gelombang infeksi kedua meskipun negara itu mengurangi lockdown.
Kematian yang dilaporkan itu berasal dari rumah sakit dan panti jompo sehingga total kematian di Perancis sebanyak 28.215. Tren penurunan kasus juga terlihat dari jumlah pasien yang ada di ICU di mana jumlahnya hanya 49 orang.

Inggris akan membeli 10 juta tes antibodi virus corona dari Roche dan Abbott dan berencana memberikannya kepada petugas kesehatan mulai Minggu depan. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock. Tes antibodi yang juga dikenal dengan tes serologi, menunjukkan siapa saja yang telah terinfeksi.

Meskipun hal itu belum dapat dipergunakan untuk memastikan apakah keberadaan antibodi virus corona SARS-CoV-2 memberikan kekebalan permanen ataupun tidak. “Kami telah menandatangani kontrak untuk memasok dalam beberapa bulan mendatang lebih dari 10 juta tes dari Roche dan Abbott,” kata Hancock.

Sementara itu, Petugas kesehatan Inggris akan mulai mengambil bagian dalam percobaan internasional yang dipimpin oleh Universitas Oxford tentang dua obat anti-malaria klorokuin dan hydroxychloroquine. Studi ini akan melibatkan lebih dari 40.000 pekerja kesehatan garis depan dari Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Selatan.