Tragedi Siswa SMPN 1 Turi Sleman hingga merenggut 8 nyawa mendapatkan ucapan bela sungkawa dari Ketua Kwarda XII DIY GKR Mangkubumi. Dia berharap kejadian ini menjadi sebuah evaluasi para pembina pramuka lebih mengetahui resiko kegiatan yang dilakukan di lapangan.

“Kami mengimbau para pembina untuk lebih berhati-hati dan mengetahui risiko setiap kegiatan yang dipilih dan dilakukan,” kata GKR Mangkubumi saat dikonfirmasi SINDOnews, Sabtu (22/2/2020).

Putri Keraton Yogyakarta ini juga meminta para pelatih dan pembina pramuka terus menyampaikan pesan kepada para pendamping siswa untuk lebih hati-hati dan waspada. Utamanya dalam menyikapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi seperti saat ini.

“Tentunya dari semua itu perlunya para pembina untuk mengerti dan mengikuti pelatihan tentang kebencanaan,” katanya.

GKR Mangkubumi mengaku masih menunggu informasi detail mengenai kronologi susur sungai dalam kegiatan pramuka di Sungai Sempor, Donokerto, Turi Sleman. Menurutnya, Pramuka Peduli sudah turun ke lokasi kejadian ikut membantu pencarian siswa yang masih hilang.

Sementara data sementara hingga Sabtu (22/2/2020) pagi menyebutkan, dari 249 siswa SMPN 1 Turi yang mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai Sempor, sebanyak 116 terkonfirmasi selamat, 23 luka, tujuh siswa ditemukan meninggal dunia, dan tiga siswa belum ditemukan.

Tiga siswa yang belum ditemukan atas nama Yasinta Bunga, kelas 7B, warga Dadapan Donokerto, Turi; Zahra Imelda, kelas 7D, warga Kenteng, Wonokerto; dan Nadine Fadilah, kelas 7D, warga Kenaruhan, Donokerto, Turi.

Sedangkan tujuh siswa yang meninggal dunia, atas nama Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdya (14), kelas 7C, warga Karanggawang, Girikerto, Turi; Arisma Rahmawati (13) kelas 7D, warga Ngentak, Bangunkerto, Turi; Nur Azizah (14) kelas 8A, Kembangarum, Donokerto, Turi; Lathifah Zulffa (15) kelas 8B, warga Kembangarum, Donokerto, Turi; Sofia Aulia (15) kelas 8C, warga Sumberrejo, Kaliurang, Srumbung, Magelang; Evieta Putri Larasita (13) kelas 7A, warga Soprayan, Girikerto, Turi; dan Faneza Dida, kelas 7A, warga Glagahombo, Girikerto, Turi.