Thursday, June 30, 2022
spot_img

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Must Read

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: “Uang suami adalah istrinya, dan uang istri adalah istrinya.” Banyak ibu rumah tangga akan setuju bahwa harta suami adalah milik istri dan milik istri adalah milik mereka, tetapi apakah itu satu-satunya hak? dikutip dari kaskus.co.id

Di rumah, suami, istri, dan anak-anak semuanya memiliki hak dan tanggung jawab masing-masing. Dan di sini alokasi uang juga ada hubungannya dengan hak dan kewajiban.

Pada dasarnya peran suami adalah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, tetapi istri harus tahu bahwa suami tetap memiliki tanggung jawab dan dia juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupi orang tua jika orang tuanya masih hidup atau sekarang.

Sebagai wanita, tidak memaksa wanita untuk memberi kepada orang tua mereka, tetapi sebagai tanda pengabdian kepada mereka, ada baiknya anak perempuan memberi kepada mereka meskipun mereka mau.

Bagaimana jika uang suami adalah uang istri?

Tentu saja, ini tidak salah atau sepenuhnya benar ya !!! Kembali ke tanggung jawab suami untuk menafkahi istri dan anak-anaknya, otoritas suami harus menentukan apakah kedua tanggung jawab itu telah terpenuhi. dari orang tuanya. Istri yang baik adalah wanita yang menafkahi suaminya yang baik, dan jika menjadi istri yang ingin menguasai harta suaminya, melalui kaca mata, orang tua suaminya harus tahu bahwa orang tua sedang memikirkannya….

Demikian pula pernyataan bahwa uang istri adalah uang istri juga membolehkan istri menggunakan uangnya sendiri tanpa izin suami karena suami tidak berhak menggunakan uang istri. ibu-ibu perempuan.

Tentu sebagai seorang ayah, Anda harus mengenal diri sendiri. Jika suami memberikan sebagian penghasilannya kepada orang tuanya, maka harus diberikan kepada istri atau mertuanya.

Dari sekian banyak cerita teman-teman yang sudah diganjar, begitu serasinya istri memberi kepada istri dan suami memberi kepada orang tuanya agar sama-sama bisa mengasuh orang tua dan ada musyawarah mufakat. rumah wanita.

Benarkah uang suami itu milik istri ?

Suami adalah istrinya, dan uang istri adalah miliknya. Masih banyak pria dan wanita yang masih bermasalah dengan pepatah “Orang kaya adalah istrinya, dan wanita kaya adalah istrinya”. Istri tidak peduli bahwa suami juga berhak atas uang yang dia miliki karena dia pikir dia berhak atas uang suaminya.

Tentu saja, suami dan istri harus bisa memahami hak dan kewajiban masing-masing dan selalu berkomunikasi dalam satu atau lain cara untuk menemukan solusi terbaik untuk setiap jenis stres.

Suami berhak memberikan uang kepada orang tuanya tanpa seizin istrinya jika dia mengira uang suaminya adalah miliknya. Karena itu tanggung jawab anak laki-laki.

Bagi istri, uang adalah hak mereka jika mereka memilikinya, dan jika istri ingin memberikan uang kepada orang tuanya, itu tidak ada hubungannya dengan izin suaminya. Ya sob, ini dia ulasan singkat tentang beberapa kebijakan uang yang kerap menimbulkan masalah di rumah.

Kutipan Kewajiban Suami terhadap Hak istri

1. Agama islam mengajarkan hak istri

Sebelum datangnya Islam, perempuan dirantai dan dianggap budak, menempatkan mereka di kelas sosial paling bawah. Ketika Islam datang, wanita melarikan diri darinya dan memperbaiki kekacauan moral mereka.

Seperti diberitakan NU Online, Islam memberikan perempuan hak pemenuhan dalam hubungan dan keluarga.

Hal ini secara jelas dinyatakan dalam Ushulul Fiqih sebagaimana M Abu Zahrah artinya:

“Islam memberikan hak kepada perempuan. Islam memiliki produk perempuan dari materi suaminya dalam pola keluarga. ”

Bahkan, Syekh Wahbah Az-Zuhayli dari Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh berpendapat bahwa perempuan berhak atas hadiah dan hibah untuk pengobatan dan kesehatan manusia. “Perempuan berhak atas informasi berupa mahar dan hutang, dan hak immaterial berupa kesehatan yang baik, pertukaran yang baik dan pemerataan.”

2. Hak harta untuk istri

Perempuan saat ini diberi hak tentang kepemilikan harta, bahkan keputusan ini tertuang dalam perintah Alquran dalam surat An-Nisa ayat 4 yang berbunyi:

Wa atun nisa’a saduqatihinna nihlah, fa in tibna lakum ‘an syai’im min hu nafsan fa kuluhu hani’am mari’a

yang artinya:

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

3. Uang Suami bukan sepenuhnya milik istri

uang suami akan menjadi milik istri dan istri memiliki hak untuk hidup yang harus dia terima. Tetapi juga uang suami tidak akan menjadi istrinya. Misalnya, Anda menginginkan pakaian dan uang yang ingin Anda berikan kepada orang lain.

Jika semua uang suami adalah istrinya, suami jelas tidak berhak atas uangnya sendiri. Namun, klaim bahwa uang wanita itu benar didasarkan pada Surah Annissa ayat 4. Namun dalam kehidupan sehari-hari, suami istri harus mengelola keuangan bersama. Dengan cara ini, pasangan menyadari kebutuhan satu sama lain yang dapat dipenuhi di rumah.

Ini terutama benar ketika istri memiliki masalah keuangan dan suami memberi mereka uang untuk menghidupi istrinya dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Masalah komunikasi keuangan harus diatasi sejak dini dalam pernikahan, agar Anda terbiasa dengan prinsip penyelesaian keuangan bersama.

Semoga informasi ini bermanfaat dan pelajarannya instruktif.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Menangkan Hadiah dengan Game Online Penghasil Pulsa Terbaik

Bermain game selain dapat mengurangi rasa jenuh akibat aktivitas yang padat juga bisa digunakan untuk menghasilkan pulsa. Hanya saja,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -