Lihai Kendalikan Motor Sport di Sirkuit, M. Faerozi Bagikan Tipsnya – AEOmedia

  • Whatsapp
Lihai Kendalikan Motor Sport di Sirkuit, M. Faerozi Bagikan Tipsnya

AEOmedia.com | Otomotif : Lihai Kendalikan Motor Sport di Sirkuit, M. Faerozi Bagikan Tipsnya, beraneka ragam Topik otomotif memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Simak Gan: Lihai Kendalikan Motor Sport di Sirkuit, M. Faerozi Bagikan Tipsnya.

– Menggeber motor sport fairing di sirkuit menjadi hobi para penggemar kendaraan roda dua. Tak mesti pembalap profesional, masyarakat biasa pun kini bisa memacu motor sport kesayangannya di lintasan balap.

Read More

Namun tak bisa sembarangan. Untuk hal tersebut diperlukan persiapan yang berkaitan dengan motor, safety gear, serta menguasai teknik berkendara yang tepat. Pasalnya, berkendara di sirkuit berbeda dengan di jalanan.

Agar bisa riding maksimal di trek sirkuit, tips dari pembalap tentunya menjadi acuan yang dapat diikuti. Untuk itu, M. Faerozi, pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) membagikan tips-tips riding menggunakan motor sport fairing di lintasan balap.

Baca :  Jadi Partner MGPA, Mobil Sport BMW Hadir di Sirkuit Mandalika - AEOmedia

Menurutnya, memacu motor sport fairing di sirkuit memberikan sensasi tersendiri. Dan untuk dapat berkendara di lintasan sirkuit dengan maksimal, diperlukan pemahaman dan cara berkendara yang sesuai, karena berbeda dengan cara berkendara di jalan raya.

“Hal-hal yang perlu diperhatikan pengendara diantaranya adalah persiapan fisik, safety gear, dan teknik berkendara yang benar. Serta aspek penting lainnya adalah mengenal karakter dan keunggulan motor agar dapat dimanfaatkan dengan baik di sirkuit,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya.

Jika ingin turun ke sirkuit, sebelum melakukan hal tersebut, penting untuk memastikan kondisi fisik optimal. Sebab, berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit dengan konsentrasi penuh dapat menguras tenaga.

Istirahatlah yang cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah sehingga menjaga konsentrasi saat riding. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.

Yang paling penting adalah safety gear atau perangkat keselamatan berkendara khususnya di arena balap atau sirkuit. Meski tak dalam suasana kompetisi, siapapun yang turun ke sirkuit harus patuh terhadap regulasi keselamatan dan pedoman berkendara di sana.

Baca :  Tetap Optimis dengan Motor Sport Meski Pasar Tergerus Skuter Matic - AEOmedia

Gunakan kelengkapan safety gear yang nyaman dan dapat memberikan perlindungan maksimal yang mengikuti standar balap mulai dari helm full face yang ukurannya pas di kepala untuk kenyamanan dan keamanan.

Pastikan helm tidak longgar atau kebesaran. Jika longgar, hal ini bisa mengganggu ketika balapan karena hantaman angin bisa membuat helm goyang atau posisinya bisa berubah. Sedangkan helm yang sempit memberikan tekanan berlebih di kepala yang menyebabkan pusing.

Untuk sarung tangan, gunakan yang menutupi semua bagian tangan dan jari agar bagian tubuh itu terlindungi serta mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman. Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan khusus untuk balapan dan sesuai size pembalap untuk kenyamanan dan keamanan.

Kemudian perhatikan riding posture atau posisi berkendara. Saat di trek lurus posisi badan hadus lebih menunduk, kepala juga menunduk, posisi tangan dan kaki menjepit tangki, posisi bokong mundur ke belakang yang turut membantu memudahkan badan menunduk.

Posisi seperti ini bertujuan untuk meminimalkan hambatan dari terpaan angin untuk mendapatkan aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat. Jika masuk tikungan, posisi badan disesuaikan misalnya tikungan ke kanan maka posisi badan cenderung bergeser ke kanan, begitu juga sebaliknya (lean in) dan posisi kaki sisi dalam tikungan agak dibuka.

Baca :  Rawat Motor Sport, Konsumen Bisa Cek Komponen Berikut di Rumah - AEOmedia

Posisi ini bermanfaat agar lebih kuat menahan motor dari gaya sentrifugal. Selain itu, saat akan memasuki tikungan, posisi motor/racing line motor ada di bagian luar atau tengah tikungan, agar saat keluar tikungan motor tidak melebar serta menghindari tabrakan dengan pengendara lain.

Terakhir adalah teknik berkendara. Lakukan pengereman ketika posisi motor lurus sebelum menikung, hindari melakukan pengereman saat posisi motor miring. Ini akan membuat motor kehilangan keseimbangan dan roda mudah kehilangan grip atau slip.

Lakukan pengereman terlebih dahulu. Kemudian, lepas rem lalu menikung sembari tetap fokus dan menjaga irama putaran mesin agar tidak over.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *