Dorong Pemulihan Sektor Properti, PUPR Permudah Pembiayaan Rumah

Dorong Pemulihan Sektor Properti, PUPR Permudah Pembiayaan Rumah – AEOmedia

AEOmedia.com: Dorong Pemulihan Sektor Properti, PUPR Permudah Pembiayaan Rumah, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Dorong Pemulihan Sektor Properti, PUPR Permudah Pembiayaan Rumah, Kami merangkum portal ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen meningkatkan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendapatkan rumah melalui bantuan pembiayaan perumahan, salah satunya KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, stimulan bantuan pembiayaan perumahan diharapkan terus menjadi salah satu pendukung pemulihan ekonomi di sektor properti.

Menurutnya, salah satu sektor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan perekonomian Indonesia saat Pandemi Covid-19 adalah sektor properti, termasuk sektor perumahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor properti tetap tumbuh positif pada masa pandemi Covid-19 yang hanya melambat tumbuh pada triwulan 2 tahun 2020 sampai triwulan 1 tahun 2021 dan mulai naik pada triwulan 2 tahun 2021.

Baca juga :  Pemasangan Jembatan Bailey di Martapura Diharapkan Segera Selesai - AEOmedia

“Hal ini disebabkan karena masih berjalannya stimulan pembiayaan perumahan khususnya bagi MBR,” ujarnya, dalam keterangannya, Sabtu (21/8).

Herry mengungkapkan, pemerintah sudah dan akan terus memberikan insentif untuk berlangsungnya sektor properti. Terakhir Pemerintah memberikan insentif berupa bebas PPN 100 persen untuk pembelian rumah sampai 2 miliar dan 50 persen untuk pembelian rumah dengan harga 2-5 miliar sebagaimana diatur pada PMK No. 103/PMK.010/2021 tentang PPN atas penyerahan rumah tapak dan unit rusun yang ditanggung Pemerintah.

Terkait penyediaan perumahan di Indonesia, kata Herry, terdapat tantangan yang cukup berat sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Di antaranya bagaimana kita meningkatkan rasio KPR dari saat ini 2,9 persen menjadi 4 persen pada tahun 2024. Kalau kita mengacu kepada negara tetangga, banyak yang rasionya sudah di angka dua digit,” tuturnya.

Sebagai dukungan terhadap program RPJMN tersebut, Herry menyatakan Kementerian PUPR akan terus menganggarkan dan memfasilitasi berbagai kebijakan untuk kemudahan memperoleh rumah bagi MBR melalui program bantuan perumahan antara lain FLPP, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Baca juga :  Permudah Akses, PUPR Bangun Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja - AEOmedia

Pada tahun 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan bantuan pembiayaan perumahan untuk memfasilitasi sebanyak 157.500 unit melalui FLPP. Berdasarkan data per 18 Agustus 2021 realisasi penyaluran FLPP sudah mencapai 115.355 unit rumah atau sebesar 73,24 persen. Sedangkan untuk SBUM yang ditargetkan 157.500 unit sudah mencapai 84.777 unit atau 54,54 persen, dan BP2BT mencapai 167 unit rumah.

“Pada tahun 2022, program ini masih terus berlanjut. Pemerintah akan mengalokasikan total Rp 28,2 triliun untuk target 200 ribu unit melalui FLPP. Sementara sambil menunggu beroperasinya BP Tapera pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan FLPP sampai 2024. Hal ini mengingat sampai tahun tersebut diperkirakan masih banyak MBR di luar ASN dan TNI/POLRI yang belum jadi anggota BP Tapera,” ungkapnya.

Baca juga :  Rakyat Jadi Korban, Proyek SPAM Jangan Jadi Bancakan - AEOmedia

Untuk mengajukan permohonan subsidi FLPP, masyarakat dapat mengunduh aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) melalui PlayStore. Dengan menggunakan SiKasep, masyarakat akan secara online terhubung dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem host to host.

Sedangkan untuk proses verifikasi pengguna, SiKasep terhubung langsung ke Kementerian Dalam Negeri yang sekaligus telah terkoneksi dengan data FLPP yang dikelola oleh BLU PPDPP sehingga subsidi dapat tepat sasaran.

Ketentuan untuk mendapat subsidi FLPP meliputi kepemilikan rumah tapak atau rumah susun, suku bunga 5 persen pa, masa subsidi 20 tahun, subsidi bantuan uang muka (SBUM) Rp 4 juta, uang muka 1 persen, harga jual sesuai Kepmen PUPR dan bebas PPN sesuai PMK.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Dorong Pemulihan Sektor Properti, PUPR Permudah Pembiayaan Rumah – AEOmedia yang dipublish pada 22 August 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment