Pemain andalan Barcelona Lionel Messi nampaknya suadh tak sabar untuk melawat ke knadang Napoli, pada lanjutan pertandingan Liga Champions pekan depan.

Meski pernah bertanding di banyak tempat selama karir klubnya bersama El Barca, Messi ternyata belum pernah bermain di Stadion San Paolo milik I Partenopei. Pemain berusia 31 tahun itu kini sangat bersemangat untuk segera bisa merasakan atmosfer spesial dari stadion yang pernah jadi tempat berlabuh pemain legendaris dari Argentina, Diego Maradona.

“Sudah lama saya sangat ingin bisa datang ke stadion itu, tapi kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk itu,” ungkap Messi kepada Mundo Deportivo.

“Akhirnya momen itu telah tiba dan saya sangat bersemangat untuk melihatnya , meski kini kondisinya sudah berbeda. Stadion itu kini sudah diperbarui dan orang-orangnya pun sudah berbeda.”

Selain Maradona, ada beberapa pemain Argentina lain yang pernah merasakan atmosfer dari San Paolo, salah satunya adalah Ezequiel Lavezzi. Lavezzi itulah yang menurut Messi sangat sering menceritakan tentang pengalaman bermain di Napoli.

“Pengalaman bermain disana akan sangat menyenangkan. Orang-orang disana sangatlah antusias dan mereka bermimpi jika Maradona datang kesana, kenapa Messi tidak bisa?”

“Ya saya tahu jika masyarakat Napoli (Neapolitans) sangat tergila-gila dengan sepakbola. Saya memiliki rekan setim yang pernah bermain disana seperti Pocho (Lavezzi) dan dia menceritakan banyak hal kepada saya. Dia bercerita bahwa mereka hidup untuk ini, saya sangat bersemangat untuk pergi kesana.”

Meskipun sangat bersemangat untuk bisa mencicipi stadion San Paolo, Messi juga tidak melupakan misinya bersama Barca. Pemenang enam kali Ballon d’Or itu tetap ingin memenangkan pertemuan pertama timnya melawan I Partenopei.

Meski kondisi Napoli saat ini masih tidak konsisten di Serie A, bintang timnas Argentina itu tetap mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap berkonsentrasi penuh. Menurut Messi untuk bisa lolos Barca harus bisa menghindari membuat kesalahan-kesalahan di lapangan, karena detail-detail kecil sangatlah penting di kompetisi seperti Liga Champions.

“Untuk bisa lolos kita harus lebih stabil dalam permainan mereka. Kita harus lebih bisa diandalkan dan tidak membuat kesalahan-kesalahan konyol seperti saat menghadapi Liverpool dan AS Roma.”

“Anda harus bisa mengelola semua detail karena semua detail di Liga Champions bisa menghukum anda dan kita juga harus bermain dengan level 100 persen untuk memenangkan pertandingan.”