Perkebunan Dominasi Impor RI, Mentan Minta Fokus Sejumlah Komoditas – AEOmedia

  • Whatsapp
Perkebunan Dominasi Impor RI, Mentan Minta Fokus Sejumlah Komoditas

AEOmedia.com: Perkebunan Dominasi Impor RI, Mentan Minta Fokus Sejumlah Komoditas, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Perkebunan Dominasi Impor RI, Mentan Minta Fokus Sejumlah Komoditas, Kami merangkum informasi ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut, perkebunan merupakan masa depan bagi Indonesia. Saat ini perkebunan yang menentukan pertanian Indonesia setelah tanaman pangan. Apalagi, ekspor pertanian selama ini 90 persen berasal dari perkebunan.

Read More
Baca :  Soal Impor Beras, Mendag: Anda Bisa Tahu Bagaimana Ngilunya Hati Saya - AEOmedia

Menurutnya, Indonesia mencatat kenaikan ekspor juga karena komoditas perkebunan. Ketika Covid-19 negara tidak bisa berbuat apa-apa maka pertanian dan perkebunan menjadi penggerak ekonomi. Ketika semua sektor lain turun hanya pertanian yang masih tumbuh. Nilai Tukar Petani (NTP) pun juga meningkat.

“Saya harap dalam satu bulan ke depan sudah ada pejabat tetap Dirjen Perkebunan. Selesaikan semua program yang ada, berapa luas capaiannya, berapa yang tertanam, berapa yang gagal. Pasti tidak ada program yang 100 persen,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulis yang diterima oleh -, Sabtu (20/11)

Syahrul juga berharap agar aparat Ditjenbun melakukan terobosan. Jangan melakukan pekerjaan yang sama seperti 5-10 tahun yang lalu. Harus ada hal besar yang dikerjakan hingga terjadi kenaikan produksi dan perluasan pasar komoditas utama.

Baca :  Bangun Pertanian di Ujung Indonesia, Senator Papua Apresiasi Kementan - AEOmedia

“Saya minta perkebunan fokus pada beberapa komoditas saja. Tetapkan targetnya apa yang mau dicapai dalam waktu 3 tahun ini dan apa yang harus dilakukan sampai ke industrinya. Visi kita adalah petani makmur,” katanya.

Syahrul meminta agar berfokus saja pada beberapa komoditas yang jadi super prioritas, sementara yang lainnya menjadi komoditas reguler. Misalnya, harus ada penetapan Sumatera komoditas apa misalnya pinang, Papua misalnya sagu, Sulawesi kakao, juga daerah lain.

“Tetapkan hilirisasinya seperti apa. Jangan menanam saja tetapi nanti tidak tahu pasarnya seperti apa,” ungkapnya.

Syahrul melanjutkan lebih jauh, beberapa komoditas perkebunan sangat potensial. Misalnya, seperti komoditas kopi yang memerlukan terobosan besar untuk menguasai pasar. “Tidak ada hal yang besar terjadi di dunia tanpa kehadiran kopi Indonesia. Tidak ada satupun kafe di dunia tanpa kopi Indonesia. Kopi yang ada sekarang harus diapakan,” imbuhnya.

  1. Syahrul ingin kafe Indonesia lebih mendominasi dibandingkan asing. “Misalnya target bahwa tiap SPBU ada kafe yang menjual kopi Indonesia. Buat kampanye minum kopi Indonesia, sebab kopi tubruk di warung-warung juga tidak kalah enaknya. Tinggal fokus mana saja yang harus dibenahi seperti kemasannya, penyajiannya,” jelasnya. (*)
Baca :  Obat Masih Impor, Wamenkes: Fitofarmaka dari Bahan Alami Jadi Solusi - AEOmedia

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *