Ingin Anak Anda Tidak Kecanduan Gadget? Ini Caranya!

0
19

AEOMedia.com — Anda pasti gusar melihat anak anda menatap layar ponsel terus-menerus dalam waktu yang lama. Sulit diajak komunikasi, bahkan ada yang tantrum bila ponselnya dijauhkan dari anak. Ada banyak cara dan trik agar anak anda tidak kecanduan gawai/gadget. Coba simak saja penjelasan berikut ini, dan cobalah praktekkan.

Kegiatan anak di masa pandemi Covid-19 ini banyak dilakukan secara daring. Sementara, kegiatan di luar rumah dibatasi. Hal ini menjadikan perilaku anak berubah dengan banyaknya screen time (waktu menatap layar).

Terlalu sering di depan layar, dapat menjadikan anak kecanduan gawai (gadget). Baik itu gaming, menonton maupun berselancar di media sosial.

Salah satu orang tua di DIY, Wasingatu Zakiyah mengatakan, perlu ada keseimbangan antara screen time dan outing. Hal ini, katanya, dapat mengalihkan anak dari keterikatan gawai.

Zakiyah sendiri memiliki empat anak yang duduk di jenjang TK hingga SMA dan seluruhnya masih belajar secara daring. Dalam hal screen time, ia dan anak-anaknya membuat kesepakatan terkait jadwal saat di depan layar.

Baca :  Benarkah Fitur Dark-Mode Bisa Menghemat Baterai Ponsel Anda? Mitos!

Ia menuturkan, anak-anaknya hanya menatap layar saat kegiatan belajar mengajar daring. Sehingga, screen time dapat dikurangi usai proses belajar daring.

“Setelah (shalat) subuh, harus ada kesepakatan terkait daring, bagaimana mereka mengakses screen baik laptop maupun HP dan itu hanya pada saat mereka ada jadwal sekolah. Setiap pagi kami berkumpul, apa jadwal hari ini. Misalnya jam sekian si Adek ada zoom, jam sekian si Kakak Google Classroom,” kata Zakiyah kepada Republika.co.id, Selasa (16/2).

Zakiyah juga melibatkan anak-anaknya untuk berkegiatan di luar rumah. Namun, kegiatan ini hanya dilakukan di area sekitar rumah mengingat pandemi Covid-19.

Berbagai kegiatan dilakukan bersama anak-anaknya, mulai dari budidaya ikan hingga kegiatan menanam. Anak-anaknya dilibatkan untuk merawat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Baca :  Terungkap Alasan Apple Hapus Ribuan Gim di App Store Tiongkok

“Dari sana kemudian jadwalnya menjadi bisa selang-seling. Bahkan mereka bahasanya tidak beristirahat, justri pada saat jam-jam istirahat itu mereka harus mengecek tanaman-tanaman dan ikan-ikannya. Setelah itu kembali on screen lagi,” ujar Zakiyah yang juga salah satu pengelola Madrasah Diniyah Kalimosodo, Kabupaten Sleman.

Anak pertama dan kedua, dilibatkan dalam budidaya ikan. Bahkan, kata Zakiyah, anak-anaknya juga dipandu untuk lebih produktif seperti menjual ikan yang sudah dibudidayakan dalam situs belanja online (e-commerce).

Zakiyah menjelaskan, lingkungan tempat tinggalnya juga mendukung anaknya untuk berkegiatan di luar rumah. Ia sering mengajak anak-anaknya untuk memancing di sungai yang ada di dekat rumahnya.

“Kebetulan anak saya laki-laki semua, kegiatan on screen selesai biasanya mereka memancing ikan. Mencari Kotes, mencari snakehead yang sedang booming. Ini yang kemudian mereka pelihara, dicari warnanya kemudian pada titik tertentu menjualkan itu secara online,” kata dia.

Baca :  PUBG Mobile Segera Rilis Ponsel Gaming Kerja Sama Dengan Black Shark

Tidak hanya itu, anak-anaknya juga dilibatkan dalam pekerjaan rumah. Seperti kegiatan memasak, membersihkan rumah hingga mencuci piring.

Ia memberikan jadwal yang teratur kepada anaknya dalam melakukan pekerjaan rumah. Sehingga, masing-masing anak memiliki tugas masing-masing.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu untuk penguatan karakter anak yang dibangun sejak dini. Mengajak anak dalam berbagai kegiatan ini, kata Zakiyah, dapat menghilangkan rasa bosan di rumah dan menjauhkan anak dari kecanduan gawai.

“Harus dilibatkan anak dalam semua kegiatan sesuai usianya. Kegiatan outing dan kegiatan dalam rumah diperlukan supaya ada keseimbangan dan tidak terikat dengan game ataupun on screen,” kata Zakiyah.

Bagaimanapun peran orangtua sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Karena keluarga yang sehat itu bila komunikasi antara ayah dengan anak, anak dengan ibunya terjalin dengan lancar dan baik.

Selamat mencoba!

 

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here