Wednesday, May 18, 2022
spot_img

Ada Apa dengan Indosat? 4000 Menara akan dijual!

Must Read

Jakarta, CNN Indonesia — Entah strategi apa yang akan dilakukan Indosat untuk bisnisnya. Adalah 4000 menara yang rencananya akan dijual ke pihak lain. Selain itu terbesit pula kabar kemungkinan merger dengan Tri.

PT Indosat Tbk akan menjual sekitar 4.000 menara telekomunikasi mereka pada tahun ini. Rencana ini masih dalam tahap penjajakan dengan mitra potensial yang enggan disebutkan.
Kendati begitu, aksi emiten berkode ISAT menjual menara mereka sejatinya bukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya, sudah ada 3.100 menara perusahaan yang terjual.

Transaksinya terjadi pada Oktober 2019 lalu. Kala itu, Indosat menjual menara telekomunikasi mereka ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai mencapai Rp6,39 triliun.

Baca juga :  Tetap Tumbuh saat Pandemi, Realisasi Investasi Kuartal I Rp 219,7 T - AEOmedia

Rinciannya, Mitratel membeli 2.100 menara dan Protelindo 1.000 menara. Menariknya, meski menara dijual, tapi Indosat akan menyewa menara-menara tersebut selama 10 tahun dari masing-masing pembeli.

“Kami telah menempatkan portofolio bersama dua penyedia menara Mitratel dan Protelindo, dan akan menyewa kembali dengan persyaratan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kami secara berkelanjutan,” kata Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ahmad Al Neama, beberapa bulan lalu.

Indosat menggunakan dana dari hasil penjualan menara untuk investasi perluasan jaringan 4G di Indonesia. “4G menjadi bagian dari investasi ini,” imbuhnya.

Selain menjual menara, Indosat juga mengembangkan bisnis dengan rencana penggabungan usaha alias merger dengan PT Hutchlson 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Baca juga :  Bitcoin Mengggila Gara-gara Cuitan Elon Musk

Kedua perusahaan sudah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) untuk mengkaji potensi merger dengan periode sampai 30 April 2021.

Penandatanganan dilakukan oleh perusahaan induk mereka masing-masing, yaitu Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited.

Director and Chief Financial Officer Indosat Ooredoo Eyas Naif Assaf mengatakan MoU itu bersifat eksklusif dan tidak mengikat secara hukum sehubungan dengan kemungkinan transaksi untuk menggabungkan bisnis masing-masing di Indonesia

“Belum ada informasi lebih lanjut yang bisa diungkapkan untuk saat ini,” kata Eyas.

Pengembangan bisnis didapat dari kapital hasil menjual menara untuk membiayai rencana investasi mereka ke depan. Terlihat pergerakan harga saham Indosat pun belum begitu terpengaruh dengan berita ini.

Baca juga :  Dolar Makin Melempem, Emas Antam Naik Rp 11 Ribu per Gram - AEOmedia

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Inilah Game Dekor Rumah yang Paling Menarik Untuk Dimainkan

Memang akan sangat mengasyikan jika bisa bermain game yang isinya bercerita tentang aktivitas sehari-hari seperti di kehidupan nyata. Kerennya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -