Thursday, June 30, 2022
spot_img

Saham-saham Property Terdongkrak Naik Karena Kebijakan DP Nol

Must Read

Jakarta, AEOMedia.com – Keluarnya aturan BI yang mengijinkan TDP 0% untuk kredit perumahan KPR disambut sangat baik oleh para investor. Tercata, hampir semua saham bisnis property mengalami kenaikan yang lumayan besar. Sentimen positif inipun menggembirakan bagi kinerja pasar saham pekan ini.

Sama seperti Kamis sore (18/2/2021), mayoritas saham emiten properti menguat di zona hijau pada awal sesi I perdagangan hari ini, Jumat (19/2/2021), pukul 09.52 WIB.
Penguatan ini terjadi dan pelonggaran uang muka (down payment/DP) menjadi 0% bagi kredit kendaraan bermotor dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Berikut harga saham emiten properti pada pagi ini (19/2):

PT Ciputra Development Tbk (CTRA), +3,12% ke Rp 1.155/saham
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), + 2,87% ke Rp 895/saham
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), +2,78% ke Rp 185/saham
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), +1,83% ke Rp 555/saham
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), + 1,00% ke Rp 248/saham
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), + 1,20% ke Rp 1.270/saham
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), + 0,91% ke Rp 555/saham
PT PP Properti Tbk (PPRO), =0,00% di Rp 80/saham

Baca juga :  Dear Investor Pencinta Sepak Bola, Ada Klub Liga 1 Mau Melantai di BEI - AEOmedia

Data BEI mencatat, saham CTRA langsung memimpin penguatan sebesar 3,12% ke Rp 1.155/saham. Emiten Group Ciputra ini melanjutkan penguatan pada penutupan Kamis (18/2/2021).

Tercatat saham perusahaan yang didirikan pada 1981 ini ditransaksikan senilai Rp 50 miliar dengan volume 43 juta saham pada sesi I pagi ini.

Sementara itu, setelah kemarin ditutup stagnan di Rp 545/saham, pagi ini PWON bergerak naik-turun untuk kemudian menguat 1,83% ke Rp 555/saham.

Adapun saham anak usaha PT PP (persero) Tbk (PTPP), PPRO masih belum bergerak, sama seperti saat penutupan kemarin, di Rp 80/saham.

Kemarin, BI memutuskan untuk membebaskan uang muka atau (down payment/DP) 0% bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Aturan ini berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Informasi saja, pembebasan uang muka oleh BI dilakukan melalui pelonggaran Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti. Artinya, konsumen tidak perlu membayar uang muka.

Baca juga :  Penanganan Covid-19 Beri Sentimen Positif, IHSG Kembali Tembus 6.000 - AEOmedia

“Ini untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti,” ujar Perry melalui konferensi pers virtual, Kamis (18/2/2021).

Namun, kebijakan ini akan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko sehingga diberikan dengan syarat tertentu.

Syarat utama untuk mendapatkan KPR DP 0% adalah perbankan tersebut harus memiliki rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di bawah atau hingga 5%.

Perbankan yang memenuhi NPL ini, maka konsumennya bisa mendapatkan DP 0% untuk rumah tipe kurang dari 21, tipe 21-70 dan tipe 70 ke atas. Diberikan untuk fasilitas kepemilikan pertama, kedua hingga seterusnya.

Sedangkan, perbankan yang NPL nya di atas 5%, maka pembiayaan bank untuk DP nya menjadi 95% untuk tipe 21-70 dan tipe 70 ke atas. Ini untuk kepemilikan pertama, bagi kepemilikan kedua dan selanjutnya menjadi 90%.

Baca juga :  Percepatan Vaksinasi jadi Katalis Positif Bagi Kinerja Pasar Domestik - AEOmedia

Untuk tipe lebih kecil dari 21 tetap diberikan DP 0% atau pembiayaan bank 100% untuk kepemilikan pertama. Kepemilikan kedua hingga seterusnya menjadi 95%.

Berikut gerak saham emiten properti pada perdagangan kemarin sore (18/2/2021):

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) +3,45% ke Rp 180/unit
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) +2,76% ke Rp 1.115/unit.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) +2,37% ke posisi Rp 865/unit.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) +1,85% ke Rp 550/unit.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) +1,68% ke Rp 242/unit.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) +0,81% ke Rp 1.245/unit.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) =0,00% di Rp 545/unit.
PT PP Properti Tbk (PPRO) = 0,00% di Rp 80/unit.

Efek kebijakan pemerintah memang sangat mempengaruhi harga saham. Kebijakan yang akan diberlakukan mulai 1 Maret 2021 itu benar-benar mendongkrak harga saham bisnis property.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: "Uang suami adalah istrinya, dan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -