Uni Emirat Arab, China, dan AS secara bersamaan sengaja pilih Februari 2021 menuju planet mars
Uni Emirat Arab, China, dan AS secara bersamaan sengaja pilih Februari 2021 menuju planet mars . Foto : BBC.com

AEOmedia.com – Satelit-satelit mengelilingi wahana itu untuk menarik knowledge yang dikirim ke Bumi. NASA sukses mendaratkan wahana penjelajahnya, Perseverance, ke kawah dekat garis khatulistiwa planet tersebut.

Berbagai informasi ini mampu dicermati dari wahana dan seputarnya, dan juga sejumlah foto yang diambil sepanjang pendaratan di permukaan Mars. Kawah selebar 45 kilometer itu dinamai Jezero, seperti sebuah kota di Bosnia-Herzegovina. Dalam beberapa bahasa Slavia, jezero termasuk berarti ‘danau’.

Wahana penjelajah beroda enam itu kini akan menggunakan setidaknya dua tahun mengebor bebatuan di planet Mars, melacak bukti kehidupan era lalu.

Jezero diperkirakan menampung danau raksasa miliaran tahun lalu. Dan, kecuali tersedia air, tersedia pula kemungkinan pernah terdapat kehidupan.

Baca :  Iran Harga Kepala Trump Sebesar Rp 1,1 Trilliun

Sinyal yang berikan tanda kepada pusat kendali bahwa Perseverance mendarat di dalam suasana aman, keluar 20:55 GMT atau pukul 03:55 dini hari WIB, Jumat (19/02). dilansir bbc.com

foto dari kamera perseverance terlihat permukaan planet mars

Jika ini bukan era pandemi, mereka akan berpelukan dan berjabat tangan seperti yang berlangsung di era lalu. Namun, dikarenakan dibatasi protokol kesehatan, para ilmuwan dipisahkan dengan kaca transparan. Tos manfaatkan kepalan tangan adalah aksi paling jauh yang diperbolehkan.

Bagaimanapun, keceriaan paham terlihat. Tepuk tangan konsisten berlanjut tatkala dua foto pertama keluar di layar yang diabadikan kamera wahana penjelajah.

Analisis pascapendaratan mengindikasikan Perseverance mendarat kurang lebih 2km arah tenggara dari delta di Jezero yang hendak diselidiki.

Baca :  Sekutu AS Takut Dengan Balas Dendam Iran

“Kami berada di titik datar yang bagus. Wahana itu cuma miring kurang lebih 1,2 derajat,” kata Allen Chen, pimpinan tim pendaratan.

“Kami sukses mendapatkan daerah parkir dan wahana di dalam suasana aman. Saya terlalu bangga pada tim aku dikarenakan mampu melakukannya,” imbuh Chen.

Steve Jurczyk, pelaksana tugas pemmpin NASA, memuji pencapaian itu. “Tim yang luar biasa, bekerja menembus segala rintangan dan tantangan di dalam mendaratkan wahana penjelajah di Mars, disempurnakan tantangan Covid. Pencapaian menakjubkan,” ujarnya.

Melakukan pendaratan di Mars bukan perkara mudah, dan walau NASA pakar di dalam jal itu, seluruh orang di di dalam tim Perseverance bicara dengan nada hati-hati. Wahana seberat satu ton ini adalah wahana ke dua yang didaratkan di Mars oleh NASA.

Baca :  Menhan Prabowo Bakal Beli 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Bekas dari Austria

Wahana pertama adalah Curiosity yang mendarat di kawah tidak sama pada 2012. Saat itu Curiosity menguji bervariasi teknologi, termasuk perangkat bertenaga roket, yang kini dipakai Perseverance.

Perseverance akan mengambil sampel di dasar delta dan bergerak menuju pinggiran kawah. Di daerah itulah sejumlah satelit mendeteksi bebatuan karbonat. Di Bumi, materi semacam itu terlalu baik menampung kesibukan biologi.

Perseverance termasuk disempurnakan bervariasi instrumen yang akan dipakai para ilmuwan di Bumi untuk meneliti materi di Planet Mars hingga ke taraf mikroskopis.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here