AEOMedia.com, Kesehatan – Dalam siaran persnya, BPOM mengungkapkan bahwa kapasitas pengujian spesimen COVID-19 sebanyak 300 sampel/hari oleh PPOMN, 200 sampel/hari oleh Balai POM di Gorontalo, 150 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Makassar, 90 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Jayapura, dan 180 sampel/hari oleh Balai POM di Ambon.

Lebih lanjut, Penny menjelaskan hingga 18 Mei 2020, empat laboratorium BPOM telah beroperasi melakukan pengujian COVID-19.

Penny menjelaskan, laboratorium PPOMN (Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional), menguji 868 spesimen dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan Asrama Haji. Selain itu, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Balai POM Gorontalo juga telah menguji 730 spesimen.

Laboratorium Balai Besar POM di Jayapura dan Balai POM di Ambon masing-masing telah menguji 41 dan 153 sampel ekstrasi RNA spesimen COVID-19.

“Selain itu, laboratorium PCR milik Balai Besar POM di Makassar telah siap operasional untuk melakukan pengujian spesimen COVID-19 dan saat ini sedang menunggu koordinasi penerimaan spesimen yang akan diuji,” kata Penny.

Dalam kesempatan tersebut Penny juga mengungkapkan bahwa BPOM telah merenovasi dan memperbaharui laboratoriumnya menjadi Laboratorium 3 PPPOMN yang memenuhi kriteria dan fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2) plus yang sesuai untuk pengujian sampel COVID-19. Peresmian gedung Laboratorium 3 PPOMN serta produk berisiko lainnya ini direncanakan dilakukan pada hari ini.

BPOM juga mencatat, 16 Balai Besar/Balai POM yang memiliki RT-PCR telah atau dalam proses meminjamkan alat tes dan pendukungnya ke laboratorium di 16 provinsi.