Ole Gunnar Solskjaer nampaknya belum bisa keluar dari kubangan kekalahan, Manajer Manchester United tersebut mengakui permainan bola panjang Liverpool sulit untuk ditaklukan. Pada pertandingan Liverpool Vs MU, MU Menyerah dengan skor 2-0.

Liverpool sukses melewati hadangan Man United pada pekan 23 Liga Inggris 2019-2020 dengan skor 2-0 di Stadion Anfield. Kedua gol tuan rumah disumbangkan oleh Virgil van Dijk (14’) dan Mohamed Salah (90’). Proses terciptanya gol benar-benar mengekspos kelemahan Man United.

Virgil van Dijk sukses memanfaatkan kelemahan Man United dalam mengantisipasi bola mati. Sementara Mo Salah, mampu meneruskan umpan panjang dari kiper Alisson Becker dan memenangi perebutan bola dengan Daniel James sebelum menceploskan bola ke gawang David de Gea di injury time.

Ole Gunnar Solskjaer mengatakan, Liverpool mampu membuat perbedaan pada laga tersebut dengan permainan bola panjang dari belakang ke depan. Ketika si kulit bundar diterima dengan baik oleh Roberto Firmino, Mohamed Salah, atau Sadio Mane, maka The Anfield Gank sulit dihentikan.

“Liverpool adalah tim yang gemar bermain direct di Liga Inggris. Mereka membuat Anda tertekan, tetapi lini tengah dan belakang kami cukup mampu meredamnya. Namun, ketika bola panjang jatuh di kaki Mane, Salah, dan Firmino, semuanya menjadi sulit karena ketiganya selalu berusaha menerima umpan di belakang pemain Anda,” papar Ole Gunnar Solskjaer, dikutip dari Goal, Senin (20/1/2020).

Perkataan Ole Gunnar Solskjaer itu diperkuat dengan data yang dirilis situs Whoscored. Liverpool tercatat melepaskan bola panjang sebanyak 63 kali dalam 90 menit pertandingan serta menciptakan dua peluang lewat serangan balik kilat.