Petani Tembakau Akan Lakukan Aksi ke Istana Soal Kenaikan CHT – AEOmedia

  • Whatsapp
Pemerintah Diminta Ringankan Beban Industri Hasil Pengolahan Tembakau

AEOmedia.com: Petani Tembakau Akan Lakukan Aksi ke Istana Soal Kenaikan CHT, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Petani Tembakau Akan Lakukan Aksi ke Istana Soal Kenaikan CHT, Kami merangkum informasi terbaru ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan menjadi pukulan keras bagi industri hasil tembakau (IHT) dari hulu hingga hilir. Kenaikan cukai terutama akan berdampak sangat signifikan terhadap kelangsungan mata pencaharian petani tembakau.

Read More

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengatakan, kenaikan CHT berpengaruh pada penurunan produksi rokok pabrikan yang pada akhirnya menyebabkan permintaan pasokan tembakau kepada petani berkurang. Dengan hasil panen tahun 2021 ini yang kurang baik akibat musim kemarau hujan, nasib petani tembakau akan semakin terpuruk akibat kenaikan cukai.

Baca :  Sinyal Cukai Naik Tahun Depan, Akan Pengaruhi Serapan Tembakau Petani - AEOmedia

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pamekasan Jawa Timur menegaskan, sebagai respon atas rencana kenaikan CHT tersebut, para petani tembakau siap mendatangi Istana Negara di Jakarta, demi menyuarakan nasib mereka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Berat sekali beban kami para petani. Mohon Pak Presiden dan Ibu Menkeu tidak melakukan kenaikan cukai utamanya untuk rokok kretek tangan. Mulai 2020 hingga 2021, hasil panen tembakau kami sudah hancur karena hujan dan pandemi. Ditambah dengan kenaikan cukai, pada akhirnya kami petani yang menderita,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (20/11).

Menurutnya, seberapa pun besaran persentase kenaikan tarif cukai yang akan ditetapkan pemerintah, Samukrah memproyeksikan bahwa pabrikan akan menekan biaya produksi.

Baca :  Penjualan Lesu, Setoran Cukai HPTL Semester I Anjlok 28 Persen - AEOmedia

“Pabrikan juga harus berstrategi agar usahanya tetap lanjut, apalagi untuk SKT yang dibuat manual. Caranya dengan membeli tembakau dengan harga serendah mungkin. Serapan petani tembakau semakin turun, harganya juga akan semakin turun. Petani yang menanggung akibatnya. Tolong lah, pemerintah harus menunda kenaikan cukai,” tegasnya.

Ia memaparkan, tembakau menjadi komoditi andalan bagi masyarakat di Madura. Apalagi mengingat terdapat sekitar 60.000 hektar luasan lahan pertanian tembakau di Madura “Kami mohon dalam setiap memutuskan kebijakan, pemerintah melakukan analisis yang benar-benar memperhitungkan dampak kerugian. Cukai naik, petani makin buntung. Kami akan bergerak ke istana, memperjuangkan nasib kami,” ucapnya.

Tak hanya di Madura, para petani tembakau di Temanggung Jawa Tengah pun menyatakan siap melakukan aksi damai di Jakarta apabila pemerintah bersikukuh tetap ketok palu meresmikan kenaikan tarif cukai akhir bulan ini. Aksi tersebut merupakan upaya petani menyuarakan kekecewaan mereka pada pemerintah.

Baca :  Berpotensi Negatif, Kementan Usul Wacana Revisi PP 109 Dikaji Lagi - AEOmedia

“Ya mau gimana lagi? Selama ini, tak ada yang mau mendengar suara petani. Dalam setiap menentukan kebijakan, termasuk kenaikan CHT, petani tak pernah diajak dialog. Oleh karena itu, kami melakukan aksi damai ke istana,” ujar Siyamin, Ketua APTI Temanggung.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan, pengumuman terkait cukai rokok bisa dilakukan dalam bulan ini. Namun, pihaknya tidak pernah menerima realisasi dana bantuan, termasuk DBHCHT yang sebesar 15 persen untuk petani. Begitu juga dengan bantuan lainnya, sering tidak tepat sasaran, tidak jelas distribusi dan outcome-nya.

“Sampai hari ini kami belum pernah merasakan manfaat DBHCHT. Pemerintah tidak peduli dan tidak memahami apa yang menjadi kebutuhan kami, para petani tembakau,” pungkasnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *