Wednesday, May 18, 2022
spot_img

Dominasi Kekuatan Tiongkok Bisa Membuat Kerugian Besar Bagi Xi Jinping – AEOmedia

Must Read

AEOmedia.com : Dominasi Kekuatan Tiongkok Bisa Membuat Kerugian Besar Bagi Xi Jinping, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Dominasi Kekuatan Tiongkok Bisa Membuat Kerugian Besar Bagi Xi Jinping, Kami merangkum informasi dari luar negeri ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Dominasi Kekuatan Tiongkok Bisa Membuat Kerugian Besar Bagi Xi Jinping.

– Tiongkok belakangan menghadapi konflik dengan sejumlah negara dimulai dari Amerika Serikat, India, bahkan Taiwan. Negara-negara ini telah berkumpul dengan Australia dan AS dalam upaya untuk menahan dan melawan dominasi Tiongkok. Kekuatan dan dominasi Tiongkok disebut justru bisa menjadi ancaman bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Malcolm Rifkind mengatakan Presiden Xi tidak mendengarkan peringatan. Sir Malcolm mengatakan Xi adalah ahli strategi yang buruk yang menyebabkan kerugian besar bagi kepentingan Tiongkok.

“Xi cukup kuat untuk memastikan bahwa dia dapat mencapai keuntungan jangka pendek dengan melemparkan beban Tiongkok. Tapi dia adalah ahli strategi yang buruk yang menyebabkan kerugian besar bagi kepentingan jangka panjang Tiongkok,” tegasnya seperti dilansir dari Express.co.uk, Kamis (18/3).

Baca juga :  Ogah Kalah, Tiongkok Bikin Vaksin Covid-19 Seperti Pfizer dan Moderna - AEOmedia

“Banyak orang di Tiongkok, termasuk di Partai Komunis, dan mungkin beberapa di Politbiro, pasti bertanya apa yang begitu pintar menyatukan semua tetangga Tiongkok dari Tokyo, melalui Asia Tenggara hingga New Delhi hingga dengan Amerika Serikat dan Australia, merencanakan bersama menahan Tiongkok,” lanjutnya.

Dia melanjutkan dan mencontohkan Deng Xiaoping, yang memerintah Tiongkok 40 tahun lalu, memperingatkan penerusnya untuk tidak mencampuri urusan dan menindas tetangga mereka. Sir Malcolm mengatakan Xi mengabaikan nasihat itu karena Beijing terus menegaskan dominasinya di Laut China Selatan dan sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan India.

“Xi mengabaikan nasihat itu. Dengan melakukan itu dia mengancam dan merusak masa depan negaranya sendiri.
Dia mungkin juga merusak dirinya sendiri. Itu bukan kenegarawanan tapi keangkuhan,” tukasnya.

Baca juga :  Antisipasi Konflik dengan Tiongkok, Taiwan Produksi Misil Jarak Jauh - AEOmedia

Komentar Sir Malcolm muncul setelah pemerintah Tiongkok menyetujui proposal Presiden Xi bahwa pemerintahlah yang akan memutuskan siapa yang dapat mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif Hongkong. Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi beberapa bentrokan antara pasukan Tiongkok dan India di perbatasan Himalaya.

Tahun lalu, ketegangan antara Beijing dan New Delhi mencapai titik didih menyusul bentrokan berdarah antara pasukan di perbatasan yang diperebutkan. Ini menandai pertengkaran berdarah pertama dalam 45 tahun. Selama pertengkaran, kedua belah pihak setuju untuk melucuti senjata untuk menangani bentrokan perbatasan tetapi ketegangan meningkat dan pertengkaran fisik meletus.

Presiden Xi juga membunyikan lonceng peringatan bulan lalu setelah dia mengirim kapal Tiongkok yang dipersenjatai dengan meriam ke perairan Jepang, hanya beberapa jam setelah jajak pendapat baru mengungkapkan ketakutan yang meningkat di Inggris atas ancaman yang ditimbulkan oleh Beijing.

Beijing mengirim dua kapal ke Laut China Timur dekat kepulauan Senkaku dalam upaya untuk menegaskan dominasi dan klaim teritorialnya. Pulau-pulau yang disengketakan telah diklaim oleh Tingkok dan Jepang selama bertahun-tahun. Beijing juga meningkatkan kehadiran militernya di Laut Cina Selatan.

Baca juga :  Media Pemerintah Tiongkok Tuduh Wapres AS Berusaha Pecah Belah Asia - AEOmedia

Pada Januari lalu, total 15 pesawat Tiongkok termasuk 12 jet tempur memasuki bagian selatan Taiwan dan Pulau Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan. Menyusul aktivitas Beijing, Departemen Luar Negeri AS mendesak Tiongkok untuk berhenti menekan Taiwan.

“Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis. Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai,” sebut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Inilah Game Dekor Rumah yang Paling Menarik Untuk Dimainkan

Memang akan sangat mengasyikan jika bisa bermain game yang isinya bercerita tentang aktivitas sehari-hari seperti di kehidupan nyata. Kerennya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -