Oseltamivir Dicabut dari Standar Pengobatan Korona, Ini Penjelasannya – AEOmedia

  • Whatsapp
Oseltamivir Dicabut dari Standar Pengobatan Korona, Ini Penjelasannya

AEOmedia.com: Oseltamivir Dicabut dari Standar Pengobatan Korona, Ini Penjelasannya, berbagai berita terbaru cara sehat memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Oseltamivir Dicabut dari Standar Pengobatan Korona, Ini Penjelasannya.

– Pengobatan pasien Covid-19 selama ini hanya berupa terapi atau suportif. Sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menetapkan obat Covid-19 secara pasti. Salah satu obat yang digunakan selama ini untuk pasien Covid-19 adalah Oseltamivir atau dikenal dengan Tamiflu. Akan tetapi kini Oseltamivir tak lagi menjadi standar pengobatan pasien Covid-19.

Read More
Baca :  Makan dan Kumpul di Restoran Diizinkan, Covid-19 di Singapura Melonjak - AEOmedia

Oseltamivir adalah salah satu antivirus yang juga dipakai untuk mengatasi penyakit flu misalnya flu burung. Obat ini dikenal dengan Tamiflu. Sebelumnya digunakan sebagai obat untuk pasien Covid-19 gejala ringan.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban membahas mengapa saat ini Azitromisin dan Oseltamivir tak lagi jadi standar perawatan pasien Covid-19. Termasuk dampak jangka panjang pemakaian antibiotik secara sembarangan dan kapan seharusnya pasien Covid-19 menggunakan Azitromisin.

“Sebenarnya Oseltamivir adalah obat bagus. Obat antivirus ini digunakan untuk terapi infeksi Influenza dalam tubuh. Bukan untuk Covid-19,” tegasnya dalam kicauannya dan sudah dikonfirmasi -, Senin (19/7)

“Jadi jelas, prinsipnya, Oseltamivir itu bukan obat Covid-19. Sedangkan Azitromisin adalah obat antibiotik yang mengatasi bakteri dan jamur. Kalau Covid-19 kan penyebabnya virus,” tambahnya.

Laporan Bloomberg menyebutkan, tamiflu adalah salah satu obat antivirus yang paling dikenal di dunia dan sangat populer pada 2009 selama pandemi flu babi. Tetapi obat itu tidak disukai karena terjadi resistensi terhadap obat tersebut.

Baca :  30 Juta Pekerja Terpangkas Jam Kerjanya, Uang Beredar Susut Rp 360 T - AEOmedia

Para ahli memperingatkan antivirus Covid-19 di masa depan dapat menghadapi perangkap yang sama. Tamiflu, atau dikenal sebagai oseltamivir, dikembangkan oleh Roche Holding, disetujui di AS pada tahun 1999, dan telah tersedia sebagai obat generik sejak 2016.

Regulator, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyetujui obat tersebut berdasarkan tinjauan ketat terhadap uji cobanya. Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas publik lainnya merekomendasikannya dalam pedoman mereka untuk pengobatan dan pencegahan flu.

Antivirus seperti Tamiflu menargetkan replikasi virus, untuk menghentikan virus berkembang biak lebih lanjut tetapi tidak dapat menyembuhkan infeksi yang sudah ada di dalam tubuh. Akibatnya, obat harus diminum sesegera mungkin. Tamiflu harus diminum dalam 48 jam pertama infeksi  ’’Ini seperti mencoba untuk berada di depan kereta yang sedang melaju,” kata aahli virus di Wilfrid Laurier University di Waterloo, Ontario, Stephanie DeWitte-Orr. “Anda dapat memegang bagian belakang dan memperlambatnya, tetapi untuk menghentikannya sepenuhnya di jalurnya akan sangat sulit,” tambahnya.

Baca :  Efek Samping Sakit Kepala dan Menggigil, Ahli: Vaksinnya 'Nendang' - AEOmedia

Seorang ahli penyakit menular dari Vanderbilt University William Schaffner, mengatakan jika diminum lebih awal, Tamiflu dapat mempersingkat durasi infeksi satu hingga dua hari. Itu mungkin penting untuk pasien berisiko tinggi tetapi mungkin tidak begitu efektif. Para ilmuwan berharap dapat mengembangkan alternatif oral yang lebih murah untuk mengobati Covid-19. Akan tetapi antivirus tidak akan pernah menjadi pengganti vaksin. (*)

 

Kesimpulan
Dari sedikit berita di atas semoga memberikan tambahan mengenai seputar dunia sehat itu nikmat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Oseltamivir Dicabut dari Standar Pengobatan Korona, Ini Penjelasannya Ini menjadikan anda pasti tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *