Industri game tengah menantikan konsol game paling mutakhir tahun ini yakni Sony Playstation 5. Jikapun ada pesaing di tahun 2020 ini adalah dari Microsoft dengan Xbox Series X nya.

Konsol ini akan saling bertempur dalam segala hal. Dari desain hingga perangkat keras, perangkat lunak, harga dan sebagainya. Sayangnya, laporan terbaru mengklaim Sony memiliki beberapa kesulitan dalam mengamankan pasokan DRAM (Dynamic Random Access Memory) dan memori flash untuk produksi PS5.

Kesulitan ini bisa berimbas pada kemungkinan harga akan melonjak. Analis percaya bahwa salah satu kelemahan PS5 ialah harganya. Laporan mengklaim harga akhir PS5 bisa jadi mendekati Rp6,4 juta dan ini ada hubungannya dengan pilihan komponen untuk konsol.

Sony akan dengan penuh semangat mengoptimalkan sistem pendingin PS5. Ini juga fitur lain yang bisa memicu menaikkan harga. Menurut laporan sebelumnya, Sony PS5 baru akan menggunakan prosesor khusus AMD, frekuensinya akan mencapai 3,2GHz, dan kinerjanya akan 4 kali lipat dari PS4. spesifikasi resmi PlayStation 5 akan dirilis pada bulan ini di acara PlayStation Meeting yang akan diadakan di Sony Hall di New York, AS.

Laporan Lain Seputar PS5
Dalam laporan lain, publik baru-baru ini melihat tampilan antarmuka pengembangan PS5 untuk pertama kalinya. Dari tangkapan layar yang ditunjukkan, antarmuka konsol Sony PS5 terlihat mirip dengan PS4.

Antarmukanya menggunakan desain ubin persegi yang selama ini digunakan serta latar belakang biru. Selain itu, host Sony PS5 memiliki SSD 1TB dan versi sistemnya adalah 0.100.020. Adapun desainnya, beberapa sketsa PS5 memberikan kita petunjuk seperti apa konsol game itu akan terlihat.

Sketsa tersebut berasal dari pengajuan paten terbaru oleh Sony. Meskipun aplikasi paten tidak dikonfirmasi, sketsa tidak jauh dari apa yang terlihat seperti konsol game biasa.