Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen

Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen – AEOmedia

AEOmedia.com: Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen, berbagai informasi otomotif terbaru memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Simak Gan: Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen.

– Relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor terbukti mampu menggairahkan penjualan sektor otomotif. Sejak diberlakukan 1 Maret 2021, terjadi kenaikan pemesanan pembelian mobil lebih dari 100 persen.

”Kenaikan tingkat purchase order sebesar 140,8 persen per 12 Maret 2021 setelah ada relaksasi PPnBM kendaraan bermotor,” beber Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta kemarin (16/3). Pemerintah, kata dia, menyambut baik animo masyarakat dalam menikmati fasilitas relaksasi tersebut.

Pemerintah meminta produsen meningkatkan utilisasi. Tujuannya, bisa cepat melayani permintaan konsumen yang diprediksi semakin meningkat. Sebab, saat ini tengah dikaji perluasan dan pendalaman program relaksasi PPnBM untuk kendaraan bermotor.

”Formulasi perluasan dan pendalaman akan didasari oleh kenaikan tingkat kapasitas silinder kendaraan dikombinasikan dengan local purchase, atau hanya didasari local purchase, dan kemungkinan perubahan time frame-nya,” jelas Agus.

Sejauh ini, relaksasi PPnBM yang berlaku sejak 1 Maret diberikan untuk kendaraan berkapasitas mesin di bawah 1.500 cc dan memiliki kandungan lokal 70 persen. Menurut Menperin, formula untuk memperluas relaksasi itu diperlukan karena ada jenis kendaraan dengan kapasitas silindernya di atas 1.500 cc dan memiliki local purchase tinggi atau di atas 50–60 persen yang belum menikmati kebijakan tersebut. ’’Kami segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginan agar kendaraan bermotor (KBM) roda empat dengan kapasitas 2.500 cc juga bisa mendapatkan insentif pajak dalam masa pandemi ini. Syaratnya, memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 70 persen.

Seperti diwartakan, kebijakan relaksasi PPnBM diberikan untuk segmen KBM roda empat segmen sedan dan 4×2 dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc dan diproduksi di dalam negeri. Selain itu, harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase) yang meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen.

Baca juga :  Harga Baru Wuling Almaz RS, Mulai Rp 360,8 Juta - AEOmedia

Kebijakan itu akan berlaku hingga akhir tahun. Pemberian keringanan dilakukan secara bertahap. Yakni, diskon pajak 100 persen pada Maret–Mei, 50 persen di bulan Juni–Agustus, dan diskon pajak 25 persen pada Oktober–Desember 2021.

Menurut Agus, kebijakan penurunan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor dinilai membuahkan hasil dengan meningkatnya pesanan yang dialami sejumlah prinsipal di dalam negeri. Diharapkan, dampak positif tersebut akan mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Secara terpisah, Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy mengatakan bahwa penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. Itu terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan. ”Dari data 1–8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94 sampai 155 persen kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” ungkapnya.

Untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp 65 juta imbas dari insentif tersebut, penjualannya naik lebih besar karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak. Anton mengatakan, pihaknya sudah meminta pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi. ’’Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” ujarnya.

Peningkatan SPK juga terjadi pada penjualan mobil Honda. Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengungkapkan, kenaikan penjualan sekitar 40–50 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya. ’’Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60 persen dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” tuturnya.

Baca juga :  Harga All New Ertiga dan XL7 Turun Hingga Rp 14 Juta - AEOmedia

Billy mengatakan, animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak dari pemerintah. ”Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Daihatsu mencatatkan kenaikan SPK dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. Kenaikan tidak terbatas pada model-model yang mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40 persen. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, dan Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20 persen. ”Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM, khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut, tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” ujar Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi.

Berikutnya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) mencatat, dua produk Mitsubishi yang mendapatkan insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross, mengalami peningkatan jumlah pesanan. ”Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” tegas Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro.

Tidak ketinggalan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim, selama empat hari berlakunya relaksasi pajak, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama pada Februari 2021. ’’Sejauh ini, dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen,’’ ujar 4W Marketing Director PT SIS Donny Ismi Saputra.

Donny mengatakan, Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen, yakni Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7.

Mobil Listrik

Kementerian Keuangan tengah mengusulkan perubahan terhadap tarif PPnBM untuk mobil listrik (moblis) yang tertuang dalam PP No 73 Tahun 2019. Usulan revisi tersebut diberikan dengan pertimbangan agar ada perbedaan selisih insentif yang lebih besar antara mobil listrik dan mobil hybrid yang sebagian masih menggunakan bahan bakar.

Baca juga :  PPnBM Mobil 1.501–2.500 Cc Didiskon 25–50 Persen - AEOmedia

Dalam PP 73/2019, tarif PPnBM untuk mobil listrik ditetapkan sebesar 0 persen. Hal itu tidak diubah. Namun, perubahan terjadi pada tarif PPnBM untuk plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang sebelumnya ditetapkan sebesar 0 persen dinaikkan menjadi 5 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menuturkan, harga moblis di beberapa negara bisa lebih murah karena adanya insentif perpajakan. Dia mencontohkan di Tiongkok. Di sana, harga moblis yang sebelumnya 3,5 kali dibanding harga mobil konvensional nyatanya bisa turun menjadi 1,9 kali dari mobil konvensional.

Di Jepang pun demikian. Harga moblis turun dari 2 kali menjadi 1,7 kali dari mobil konvensional. ”Dan di Inggris, lalu Jerman juga. Ini sekaligus meningkatkan market share mobil listrik walaupun masyarakat juga akan merespons atau melihat dengan daya beli,’’ jelasnya saat raker bersama Komisi XI DPR.

Anggota Komisi XI DPR Misbakhun mengingatkan agar Kemenkeu berhati-hati pada pemberian insentif PPnBM untuk kendaraan listrik. Pemerintah, lanjut dia, harus benar-benar berhitung secara menyeluruh pada seluruh dampak pemberian insentif, termasuk risikonya. ’’Insentif terhadap suatu sektor akan menjadi disinsentif terhadap sektor yang lain,’’ jelas politikus Partai Golkar itu.

Misbakhun memandang, insentif tersebut tak akan langsung bisa menarik bagi calon investor untuk menanamkan modalnya ke sektor kendaraan listrik di tanah air. Justru, dia mengkhawatirkan insentif PPnBM menjadi bentuk ketidakadilan. ”Fairness-nya harus bisa dirasakan masyarakat,’’ jelasnya

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen – AEOmedia yang dipublish pada 17 March 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment