Pengendalian Konsumsi Rokok Bisa Lewat Edukasi

Pengendalian Konsumsi Rokok Bisa Lewat Edukasi – AEOmedia

AEOmedia.com: Pengendalian Konsumsi Rokok Bisa Lewat Edukasi, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Pengendalian Konsumsi Rokok Bisa Lewat Edukasi, Kami merangkum informasi ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami].

– Pakar Kebijakan Publik Asep Warlan Yusuf mengatakan, dalam pengendalian konsumsi tembakau, tindakan konkret berupa edukasi dan implementasi merupakan prioritas utama dibanding merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 (PP 109/2012). Regulasi tersebut mengatur tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Ia mengaku, bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah saat ini yaitu dengan melindungi masyarakat. Selain itu, edukasi juga memiliki peran yang krusial terhadap upaya mengurangi prevalensi perokok. Hal ini karena setiap kebijakan yang tidak diimbangi dengan edukasi yang baik, maka tidak akan memiliki hasil yang maksimal.

“PP bersifat sebagai regulasi yang didayagunakan untuk tindakan pencegahan. Sedangkan untuk pengendalian secara konkretnya, bisa diterapkan pelarangan merokok di ruang publik atau dengan melakukan edukasi secara aktif soal kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (16/3).

Adapun wacana revisi PP 109/2012 sebelumnya digagas oleh Kementerian Kesehatan, namun demikian usulan ini dinilai mengancam keberlangsungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan mata pencaharian bagi jutaan orang yang terlibat di dalamnya.

Sehingga, menurutnya, tindakan konkret seperti edukasi, sosialisasi, dan tindakan nyata harus menjadi bagian serta upaya untuk mengurangi konsumsi merokok. Dia mencontohkan misalnya di sekolah ada yang merokok, itu diberikan tindakan, termasuk juga di kantor-kantor, rumah makan, dan ruang publik lain. Hal ini akan mempersempit ruang masyarakat untuk merokok.

Asep menambahkan ada dua perspektif yakni hukum ekonomi dan hukum kesehatan dalam memandang persoalan konsumsi tembakau di Indonesia. Saat pemerintah memprioritaskan kesehatan, ada dilema yaitu kepentingan ekonomi dari IHT yang padat karya.

Di tahun 2020, IHT mengalami penurunan produksi hingga 9,7 persen dan penurunan volume dengan rata-rata 1,5 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan cukai yang tinggi serta dampak dari pandemi Covid-19.

Kementerian Perindustrian mencatat total tenaga kerja yang diserap oleh IHT adalah sebanyak 5,98 juta orang, yang terdiri dari 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta bekerja di sektor perkebunan.

“Hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan karena memang industri tembakau ini juga memberikan manfaat ekonomi mulai dari petani, pedagang rokok, buruh, dan cukai itu kan bagian-bagian yang harus diperhatikan,” tandasnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Pengendalian Konsumsi Rokok Bisa Lewat Edukasi – AEOmedia yang dipublish pada 16 March 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment