Korea Utara Merupakan salah satu negara yang berbatasan langsung dengan China, tentu hal ini memberikan dampak yang masif terhadap persebaran Virus Corona yang semakin tidak terkendali.

Kabar terakhir mengatakan bahwa setidaknya lebih dari 1.500 orang telah meregang nyawa lantara virus jenis baru ini.

Sebelumnya, Kim Jong Un mengklaim tak ada virus corona di negaranya. Tapi ternyata pemimpin diktator itu salah perkiraan, wabah yang muncul pada bulan Desember tahun lalu itu telah masuk ke negara beribukota Pyongyang itu.

Awalnya, virus tersebut memang nihil atau tidak terdeteksi di daratan Korea Utara, tapi kenyataannya berbeda.

Salah seorang pejabat pemerintahan yang belum lama singgah di China, pulang ke Korut dengan membawa wabah COVID-19 tersebut.

Mengutip dari New York Post, Korut telah mengeksekusi seorang pasien positif virus corona. Hal itu lantaran orang tersebut nekat kabur dari karantina yang dibuat pemerintah untuk pergi ke pemandian umum.

Aksi itu dinilai Kim Jong Un sebagai sebuah pelanggaran dan akan membawa malapetakan bagi negaranya.

Kabar eksekusi mati pejabat Korut itu dikonfirmasi oleh salah satu kantor berita Korea Selatan, Dong-a Ilbo.

Media tersebut melaporkan bahwa lelaki itu adalah seorang pejabat pemerintaahn yang telah ditempatkan di ruang isolasi lantaran habis melakukan perjalanan ke China.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengatakan akan melakukan tindakan secara hukum militer bagi siapapun yang meninggalkan lokasi karantina tanpa izin.

Lembaga pemerintah dan orang asing yang tinggal di Korea Utara juga diharapkan untuk mematuhinya “tanpa syarat”, kata media Korea Utara. Kemarin, Pyongyang mengumumkan bahwa karantina telah diperpanjang hingga 30 hari – lebih dari dua kali yang direkomendasikan oleh bos kesehatan dunia.

Kim Jong Un pun hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan China, satu-satunya sekutu diplomatik utama mereka. Penerbangan dikurangi dengan jalan dan rel kereta baik yang tertutup atau sangat dibatasi.

Sementara itu, pejabat tersebut dikarantina di bawah kebijakan mengisolasi siapa pun yang pernah ke China.

Bahkan, seorang pejabat lain dikatakan juga diasingkan ke sebuah peternakan Korea Utara setelah mencoba untuk menutupi perjalanannya ke negara asal wabah virus corona, China.

Pejabat kedua yang diasingkan dilaporkan adalah anggota Badan Keamanan Nasional Korea Utara, menurut Mirror. Kabar kematian penderita virus corona dari Korut itu justru dibantah oleh Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berpusat di Pyongyang.

Pejabat WHO itu mengatakan pada Voice of America (VOA) bahwa mereka belum mendapat laporan mengenai kasus itu dari pemerintah Korut.

Menurutnya, Korea Utara masih bersikap tak ada kasus virus corona di wilayahnya.

Padahal secara fakta negara komunis itu hanya berjarak 880 mil dari pusat penyebaran COVID-19. “Pihak berwenang Korea Utara mengatakan kepada FAO bahwa tidak ada kasus virus corona baru, tetapi kami curiga terhadap klaim tersebut,” kata Bir Mandal dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB kepada Korea Biomed, seperti dilaporkan oleh Mirror.

Harry Kazianis, Direktur Studi Korea di Pusat Kepentingan Nasional, mengatakan kepada Fox News bahwa tidak mungkin Korea Utara tidak terkena dampak oleh virus corona.

“Mereka jelas berbohong karena mereka tidak ingin menunjukkan kelemahan atau bahwa ada ancaman terhadap rezim,” kata Kazianis