Sejak 14 Januari 2020 para pengguna Windows 7 sudah tidak lagi mendapatkan support baik itu berupa update dan pembaruan keamanan, Microsoft mengajurkan para penggunanya untuk beralih ke Windows 10, Namun.

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat memberikan pernyataan yang cukup merugikan yakni Win 10 lebih rentan terkena virus.

Bagian kriptografi Windows, yang dikenal sebagai CryptoAPI dinilai rentan. Komponen berusia puluhan tahun itu memungkinkan pengembang menandatangani perangkat lunak secara digital.

Komponen itu bisa diserang bug. Tanda tangan digital yang ‘cacat’ karena terserang bug itu bisa dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Peretas bisa mengirimkan konten berbahaya melalui tanda tangan palsu itu, dan membuatnya tampak aman. “Pengguna tidak akan mengetahui file itu berbahaya, karena tanda tangan digital tampaknya berasal dari penyedia tepercaya,” kata Microsoft dikutip dari TechCrunch, Rabu (15/1).

Meski begitu, perusahaan teknologi itu mengaku telah merilis patch keamanan untuk menangani komponen yang rentan ini. Sejauh ini, Microsoft belum menemukan bukti adanya tanda tangan digital yang disusupi bug. Di sisi lain, NSA mengaku telah menyampaikan temuan kerentanan itu kepada Microsoft. Instansi itu berharap, perusahaan AS itu segera memperbaiki gangguan tersebut.

Namun, Microsoft enggan berkomentar perihal upaya menangani bug tersebut. “Kami mengikuti prinsip pengungkapan kerentanan terkoordinasi sebagai praktik terbaik industri untuk melindungi pelanggan kami,” kata perusahaan.

Senior Director Microsoft Jeff Jones menegaskan, pengguna yang telah memperbarui perangkat lunak melalui Windows 10, perangkatnya sudah terlindungi. “Seperti biasa, kami mendorong pelanggan untuk mengunduh semua pembaruan keamanan sesegera mungkin,” ujarnya. Microsoft tak lagi mendukung Windows 7 sejak kemarin (14/1).

Alhasil, OS itu masih bisa digunakan, tetapi tidak mendapat pembaruan dari Microsoft. Perusahaan mengimbau pengguna untuk meningkatkan (upgrade) OS dari Windows 7 ke 10. Microsoft merilis Windows 10 pada Juli 2015, dan dibanderol US$ 139 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk dapat diunduh. Namun, CNET melaporkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pengguna untuk melakukan upgrade dari Windows 7 ke Windows 10 secara gratis.