Jawapos TV

Mudah Sakit dan Lelah Gejala Kekurangan Vitamin D, Atasi dengan 3 Cara – AEOmedia

AEOmedia.com: Mudah Sakit dan Lelah Gejala Kekurangan Vitamin D, Atasi dengan 3 Cara, Beragam berita kesehatan memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Mudah Sakit dan Lelah Gejala Kekurangan Vitamin D, Atasi dengan 3 Cara.

– Vitamin D menjadi asupan yang paling dibutuhkan selama pandemi Covid-19. Fenomena berjemur hingga mengonsumsi vitamin D untuk memulihkan sakit dari Covid-19 dan juga meningkatkan daya tahan tubuh menjadi tren baru di era pandemi. Seharusnya tak hanya saat pandemi, sebab seseorang bisa mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D namun tak menyadarinya.

Dalam webinar bersama Combiphar lewat Fortiboost D3 1000 IU, masyarakat diedukasi untuk menjaga tubuh tetap sehat, aktif, serta produktif. Seseorang seringkali tak menyadari bahwa dirinya kekurangan vitamin D.

“Masyarakat agar melakukan langkah-langkah preventif guna memaksimalkan kesehatan kini dan nanti. Salah satunya mengonsumsi vitamin D,” ujar Senior AEOmedia President Marketing & International Operations Combiphar Weitarsa Hendarto secara virtual baru-baru ini.

Baca juga :  Kurang Vitamin D Tingkatkan Risiko Kena Kanker - AEOmedia

General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science dr. Adam Prabata mengatakan kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat. Namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan. Misalnya termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan, tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai dilihat dari kebiasaan berpakaian, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup dengan aktivitas luar ruangan yang terbatas, serta kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D.

“Tentu hal ini pada akhirnya berdampak pada kesehatan, khususnya daya tahan tubuh,” kata dr. Adam.

Apa saja gejala kekurangan vitamin D?
Beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh. Seseorang menjadi rentan sakit dan cepat lelah.

Rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat.

Baca juga :  Bahaya Pasien Covid-19 Konsumsi Vitamin D Dosis Tinggi, Ini Kata Ahli - AEOmedia

Misalnya seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan. Anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai pun memiliki risiko kemungkinan menderita rakhitis.

“Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit,” tambah dr. Adam.

Makanya ia memberikan 3 langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D. Apa saja?

1. Cek Kadar Vitamin D

Melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala. Pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 30-100 ng/mL.

2. Dapatkan Vitamin D dari Makanan dan Outdoor

Memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D dab memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D. Jangan lupa perhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan. Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang kita konsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.

Baca juga :  4 Tips Membeli Minyak Esensial, Hal Cermat dan Hati-Hati! - AEOmedia

3. Suplemen

Mengonsumsi suplemen vitamin D karena memastikan makanan yang dikonsumsi hanya dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Berjemur tidak cukup untuk memenuhi 80 persen sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari secara optimal, maka suplementasi sangatlah dibutuhkan.

Vitamin D3 lebih disukai sebagai suplemen dibandingkan D2, karena lebih lama bertahan di darah, serta mampu meningkatkan kadar vitamin D dan menjadikannya bentuk aktif untuk berbagai aksi penting bagi sel-sel tubuh. Karenanya Vitamin D3 1000 IU cukup ideal dikonsumsi untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, sekaligus mencegah terjadinya defisiensi vitamin D. (*)


Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan pandangan seputar dunia hidup sehat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Mudah Sakit dan Lelah Gejala Kekurangan Vitamin D, Atasi dengan 3 Cara Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Mudah Sakit dan Lelah Gejala Kekurangan Vitamin D, Atasi dengan 3 Cara – AEOmedia yang dipublish pada 15 January 2022 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment