Juergen Klopp

AEOMedia.com, Liga Inggris – Liverpool masih adem ayem dalam aktivitas belanja pemain di busa kali ini. Sebagai juara bertahan Liga Inggris, klub asal Merseyside itu baru mendatangkan satu pemain saja, yakni Kostas Tsimikas dari Olympiakos dengan harga 13,5 juta paun.

Aktivitas belanja Liverpool itu berbanding terbalik dengan yang dilakukan para rivalnya semisal Chelsea. Klub asal London itu sudah menghabiskan sekitar 200 juta paun guna merekrut bintang-bintang baru semisal Timo Wener, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, hingga Kai Havertz.

Menanggapi perbandingan tersebut, Juergen Klopp menegaskan bila Liverpool adalah klub yang berbeda dengan Chelsea. Juru taktik asal Jerman itu menyebut klubnya saat ini bukan dimiliki ‘oligarki’ atau ‘negara’ layaknya rival-rival mereka.

Tanggapan Klopp tersebut kemudian mendapat balasan balik dari Frank Lampard. Dalam pandangannya, Liverpool sudah menghabiskan banyak uang terlebih dahulu dengan membeli banyak bintang sebelum menjadi jawara Liga Inggris.

“Tak ada gunanya melakukan hitung-hitungan, kami tahu Liverpool sudah menghabiskan banyak uang. Liverpool adalah kisah fantastis tentang sebuah klub selama empat setengah atau lima tahun, di mana Juergen Klopp ada di sana dan mereka melakukan rekrutmen tepat di level tertinggi,” ujar Lampard, dikutip dari The Sun.

“Realitanya, kebanyakan klub yang memenangkan liga di era modern telah melakukan pembelian dengan uang yang sangat banyak. Anda bisa lihat ke beberapa pemain Liverpool seperti Virgil van Dijk, Alisson, Fabinho, Naby Keita, Sadio Mane, Mo Salah – pemain-pemain luar biasa yang didatangkan dengan harga sangat tinggi,” dia menambahkan.

“Liverpool telah melakukannya selama periode waktu tertentu. Apa yang kami lakukan adalah bangkit dari sanksi dan mencoba mengatasi situasi itu sendiri guna meningkatkan kami. Ini semua setara, kami semua tahu itu,” demikian kata Frank Lampard menanggapi pernyataan Juergen Klopp terkait kebijakan transfer Liverpool dan Chelsea.