Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma

Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma – AEOmedia

AEOmedia.com: Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma, berbagai berita hidup sehat memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma.

– Minum secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Kebanyakan orang tidak pernah mempertimbangkan bagaimana semua kopi itu mempengaruhi kesehatan mereka. Ada yang menambahnya dengan gula atau susu. Berapa sih batasan yang sehat?

“Batasannya hingga 400 miligram kafein, atau empat cangkir, aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat,” menurut Mayo Clinic.

Meskipun penelitian tentang efek kesehatan kopi telah menghasilkan berbagai pro dan kontra. Sebab potensi efek samping dari minum terlalu banyak, yang bisa menimbulkan sakit kepala, insomnia, gugup, lekas marah, sering buang air kecil, detak jantung yang cepat, dan tremor otot.

Baca juga :  Mitos atau Fakta? Kopi Diyakini Bisa Mengatasi Masalah Ketombe - AEOmedia

Baca Juga: Bahaya Glaukoma Picu Kebutaan, Penyebabnya Bisa Karena Diabetes

Minum kopi di sore hari dapat mengganggu pola tidur, yang juga mempengaruhi kesehatan seseorang. Kurang tidur kronis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, diabetes, obesitas, depresi, serangan jantung dan stroke.

Kopi dan Penyakit Glaukoma

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kopi secara teratur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Tetapi, orang yang meminumnya dengan banyak gula dapat membatalkan potensi manfaat tersebut, yang justru menempatkan diri mereka pada risiko masalah pengendalian gula darah dan obesitas.

Efek kafein dapat bervariasi, pafa beberapa orang menjadi lebih sensitif daripada yang lain. Sebuah studi baru-baru ini di jurnal Ophthalmology menemukan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah besar setiap hari dapat melipatgandakan risiko glaukoma bagi orang yang secara genetik cenderung mengalami tekanan intraokular tinggi. Para peneliti menemukan kafein meningkatkan tekanan di dalam mata, yang merupakan faktor risiko penting glaukoma, penyebab utama kebutaan di AS.

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata. Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata. Seseorang yang menderita kondisi ini dapat merasakan gejala berupa gangguan penglihatan, nyeri pada mata, sakit kepala. Salah satu penyakit yang seringkali dihubungkan dengan gejala ini adalah pasien diabetes. Kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen.

Baca juga :  Rutin Minum Kopi Mampu Tingkatkan Tubuh jadi Lebih Aktif dan Sehat - AEOmedia

“Kami sebelumnya menerbitkan karya yang menunjukkan bahwa asupan kafein yang tinggi meningkatkan risiko glaukoma sudut terbuka tegangan tinggi di antara orang-orang dengan riwayat penyakit keluarga,” kata Wakil ketua penelitian oftalmologi untuk Sistem Kesehatan Mount Sinai dr. Louis R. Pasquale, seperti dilansir dari Philly Voice, Minggu (13/6).

“Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa hubungan yang merugikan antara asupan kafein yang tinggi dan glaukoma terbukti hanya di antara mereka yang memiliki skor risiko genetik tertinggi,” katanya.

Seorang profesor oftalmologi di University College London dr. Anthony Khawaja, menambahkan, pasien glaukoma sering bertanya apakah mereka dapat membantu melindungi penglihatan mereka melalui perubahan gaya hidup, namun hal ini sulit dijawab. Studi terbaru lainnya menemukan bahwa kafein tidak meningkatkan fungsi kognitif atau daya pikir sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga :  Permintaan Kopi Dunia Naik, Program Desa Devisa Jangkau Pasar Global - AEOmedia

Jika Anda mengalami efek samping atau khawatir bahwa asupan kopi harian Anda berkontribusi pada masalah kesehatan lainnya, bicarakan dengan dokter Anda untuk mengurangi dosisnya.
Pakar kesehatan merekomendasikan agar orang mengurangi asupan kafein secara bertahap, minum satu cangkir setiap hari sudah cukup.

Beralih ke kopi tanpa kafein juga merupakan pilihan yang baik. Orang yang khawatir tentang asupan gula mereka harus mencoba minum kopi tanpa pemanis atau memilih pilihan yang lebih sehat, seperti sedikit kayu manis atau coklat.

Kesimpulan
Dari sedikit liputan di atas semoga memberikan tambahan paham seputar dunia kesehatan dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Penelitian Kaitkan Risiko Minum Terlalu Banyak Kopi dengan Glaukoma – AEOmedia yang dipublish pada 13 June 2021 di website Berita Portal Online Terkini - AEOmedia.com

Leave a Comment