Thursday, June 30, 2022
spot_img

KH. Ma’ruf Amin Setuju BTP Tidak Masuk Ke Tim Kampanye Nasional

Must Read

AEOMedia.com – Setelah memutuskan untuk menjadi anggota PDI Perjuangan, nama Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok alias BTP mulai mencuat untuk masuk dalam tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Namun, hal itu ditantang habis-habisan oleh Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jusuf Kalla. Penolakan Ahok masuk tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin itu demi kebaikan tim, karena Ahok pernah dipenjara atas vonis penistaan agama.

Menanggapi itu, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin menyambut baik saran dari JK. Ia menganggap itu masukan yang bagus jika disesuaikan dengan keadaan yang terjadi.

“Saya kira bagus itu sarannya pak JK yah,” ujar Ma’ruf di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (13/2).

Baca juga :  Frozen 2 Bisa Ditonton Lebih Awal

Di tempat terpisah, Wakil Ketua TKN, Arsul Sani mengatakan, saat ini memang sudah tidak memungkinan untuk menambah anggota di struktur TKN. Sebab, daftar tersebut sudah difinalisasi bersama seluruh partai koalisi.

Justru kemungkinan yang bisa terjadi yaitu berkurangnya jumlah anggota TKN, dikarena beberapa faktor. Misalnya, berhalangan tetap, meninggal, atau sakit.

“Memang tidak ada istilah masuk TKN itu nggak ada. Karena yang namanya struktur TKN itu sudah fix, tidak mungkin ditambah. Yang ada adalah berkurang,” sambung Arsul.

Sekjen PPP itu mencontohkan seperti kasus Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding. Saat ditunjuk dalam jabatan tersebut statusnya di partai yaitu sebagai Sekjen. Kemudian setelah ditetapkan di struktur TKN jabatannya di partai digantikan oleh Hanif Dhakiri. Situasi ini lantas tidak membuat Hanif pun ikut dimasukan dalam struktur tim kampanye 01.

Baca juga :  Ahok janjikan ini andai terpilih jadi Presiden RI, rakyat siap-siap tergoda! - AEOmedia

“Jadi pernyataan pak JK harus dibaca dalam konteks seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, JK memandang tidak perlu Ahok masuk dalam struktur TKN. Memang ada untung dan ruginya jika Ahok masuk struktur tim sukses 01.

Keuntungan itu bisa meliputi menguatnya suara Ahokers untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf. Namun, adanya label penista agama bisa membuat suara petahana juga berkurang

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Uang Suami Milik Istri, Apakah Benar atau Salah ?

Kali ini, Aeomedia menulis dalam bentuk percakapan dan diskusi antara orang-orang di dekat pintu: "Uang suami adalah istrinya, dan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -