Keamanan Vaksin Corona Milik Rusia Diragukan, Why?

AEOMedia.com, Kesehatan – Beredar kabar jika Keamanan Vaksin Corona Milik Rusia Diragukan. Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic mengatakan pihaknya melakukan komunikasi dengan otoritas kesehatan Rusia. Tetapi terlalu dini untuk mendapatkan cap persetujuan WHO.

“Prakualifikasi vaksin apapun mencakup peninjauan dan penilaian yang cermat terhadap semua data keamanan dan kemanjuran yang diperlukan,” katanya ditulis AFP.

Di Berlin, Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan kepada kelompok surat kabar RND bahwa tidak ada data yang diketahui tentang kualitas, kemanjuran, dan keamanan vaksin Rusia. Sama dengan yang lain, ia menekankan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi.

Perlombaan untuk mendapatkan vaksin semakin memanas ketika negara-negara di seluruh dunia bersiap untuk menghadapi gelombang kedua dari wabah virus corona, sambil mencoba memulai kembali ekonomi yang anjlok akibat aturan penguncian selama berbulan-bulan.

WHO mengatakan bahwa 165 kandidat vaksin sedang dikerjakan di seluruh dunia, dengan enam vaksin sudah mencapai Tahap 3 (akhir). Tetapi WHO memperingatkan bahwa menemukan vaksin tidak akan secara otomatis mengakhiri penyakit Covid-19.

Sebelumnya, Selasa (11/8/20202), Rusia mengklaim sukses mengembangkan vaksin pertama di dunia yang menawarkan kekebalan berkelanjutan terhadap virus corona. Bahkan registrasi di dalam negeri sudah dilakukan.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic mengatakan pihaknya melakukan komunikasi dengan otoritas kesehatan Rusia. Tetapi terlalu dini untuk mendapatkan cap persetujuan WHO.

“Prakualifikasi vaksin apapun mencakup peninjauan dan penilaian yang cermat terhadap semua data keamanan dan kemanjuran yang diperlukan,” katanya ditulis AFP.

Di Berlin, Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan kepada kelompok surat kabar RND bahwa tidak ada data yang diketahui tentang kualitas, kemanjuran, dan keamanan vaksin Rusia. Sama dengan yang lain, ia menekankan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi.

Perlombaan untuk mendapatkan vaksin semakin memanas ketika negara-negara di seluruh dunia bersiap untuk menghadapi gelombang kedua dari wabah virus corona, sambil mencoba memulai kembali ekonomi yang anjlok akibat aturan penguncian selama berbulan-bulan.

WHO mengatakan bahwa 165 kandidat vaksin sedang dikerjakan di seluruh dunia, dengan enam vaksin sudah mencapai Tahap 3 (akhir). Tetapi WHO memperingatkan bahwa menemukan vaksin tidak akan secara otomatis mengakhiri penyakit Covid-19.

Sebelumnya, Selasa (11/8/20202), Rusia mengklaim sukses mengembangkan vaksin pertama di dunia yang menawarkan kekebalan berkelanjutan terhadap virus corona. Bahkan registrasi di dalam negeri sudah dilakukan.