Polisi Ungkap Aplikasi Investasi Bodong Memiles Beromset Rp 750 Miliar

Kasus Investasi Bodong kembali terungkap, Bernama Memiles, menurut penuturan Polisi Aplikasi ini sudah meraup untung hingga Rp 750 Miliar.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menuturkan Memiles merupakan investasi bodong berkedok aplikasi penyedia jasa iklan. Masyarakat ditawarkan untuk top up dana investasi dengan iming-iming keuntungan selangit.

“Jadi modusnya bergabung menjadi anggota kemudian top up sejumlah dana. Misalnya top up Rp300 ribu nanti bisa mendapatkan ponsel,” ungkap Tongam.

Lebih lanjut Tongam menjelaskan, investasi bodong tersebut bisa beroperasi dengan cara meawarkan kepada masyarakat untuk melakukan top up dana investasi dari Rp 50 ribu sampai Rp 200 juta.

Kemudian, dari dana yang ditanamkan di aplikasi tersebut, pelaku menjanjikan bonus seperti ponsel, motor, hingga mobil.

Bonus yang diberikan kepada pengguna aplikasi juga akan lebih besar dari dana yang disetorkan. Misalnya, kata Tongam, jika anggota melakukan top up Rp 300 ribu maka bisa diberikan ponsel. Kemudian, top up Rp 7 juta bisa mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero.

“Bahkan ada yang top up Rp 120 juta untuk dapat 10 Pajero. Padahal bagaimana bisa. Pemilik perusahaan saja tidak punya 10 Pajero,” kata dia.

Belum lagi, jika anggota berhasil merekrut anggota baru. Bonus yang diberikan bakal bertambah.

Nantinya, anggota akan menyetorkan setoran dana top up anggota baru ke pemimpin di tiap daerah atau tiap wilayah. Kemudian, pemimpin di tiap wilayah akan memberikan dana itu ke perusahaan.

“Tapi kan bisa saja pemimpin ini tidak menyetorkan semuanya. Di sini juga yang sulit, jadi belum kebuka semua,” ujar Tongam.

Perusahaan Tak Miliki Sumber Penghasilan
Dalam hal ini, Tongam bilang bonus yang dijanjikan oleh perusahaan berasal dari iklan yang banyak dibuka oleh pengunjung di internet. Padahal, tidak ada penghasilan yang didapatkan perusahaan dari hal tersebut.

“Jadi anggota diminta klik-klik iklan, lalu dikatakan kalau ada keuntungan karena banyak dibuka orang iklannya. Padahal kan kalau klik iklan belum tentu produk dibeli,” jelas Tongam.

Oleh karena itu, ia menganggap ini tidak wajar. Satgas Waspada Investasi kini terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini lebih dalam.

“Kami bantu kalau butuh dokumen dan anggota Satgas Waspada Investasi untuk pendalaman,” pungkas Tongam.

Sementara, Polda Jatim membeberkan ada empat artis yang diduga berkaitan dengan Memiles. Mereka adalah Eka Deli (RD), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN), dan Judika (J). Keempatnya juga telah dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim untuk dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan keempatnya dipanggil dalam waktu yang tidak bersamaan. Eka Deli dijadwalkan Senin (13/1), Marcello Tahitoe dijadwalkan Selasa (14/1), sedangkan Adjie Notonegoro dan Judika dijadwalkan Rabu (22/1).

Pihak Polda Jatim sejauh ini menduga masih ada puluhan figur publik lain yang terlibat dalam investasi bodong ini. Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menyatakan peran dari tiap-tiap figur publik beragam, seperti menerima reward dan endorse.