Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan, Husin Shihab ajak kenang peristiwa Bom Bali: Biar gak cuap-cuap – AEOmedia

  • Whatsapp
Puing sisa peristiwa Bom Bali I. Foto: Twitter @HusinShihab

AEOmedia.com | Berita Terkini : Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan, Husin Shihab ajak kenang peristiwa Bom Bali: Biar gak cuap-cuap, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan, Husin Shihab ajak kenang peristiwa Bom Bali: Biar gak cuap-cuap, Kami merangkum informasi terbaru ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon belakangan disorot usai meminta agar satuan khusus Densus 88 Antiteror dibubarkan. Fadli Zon mendesak Densus 88 dibubarkan karena memakai narasi yang berbau Islamofobia dalam menjalankan tugasnya.

Mengomentari hal tersebut, Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Alwi Shihab pun buka suara. Melalui unggahannya di Twitter, Husin Shihab mengajak Fadli Zon untuk kembali mengenang peristiwa Bom Bali I yang terjadi pada tahun 2002 silam.

Kata Husin Shihab, hal itu dilakukan supaya Fadli Zon tidak berkoar soal pembubaran satuan khusus Densus 88 Antiteror.

Mengajak bro @fadlizon untuk mengenang #BomBali 12 Oktober 2002 biar gak cuap-cuap ingin bubarkan #Densus88,” tulis Husin Shihab dikutip – pada Selasa 12 Oktober 2021.

Dalam tulisannya itu, Husin Shihab juga mengunggah beberapa foto yang menggambarkan bagaimana sejumlah wilayah di Bali hancur akibat ledakan bom di tahun 2002. Terlihat sejumlah bangunan rusak parah dan mobil hancur, serta beberapa orang menyaksikan dari dekat puing-puingnya.

Puing sisa peristiwa Bom Bali I. Foto: Twitter @HusinShihab

Sedikit mengingat, peristiwa Bom Bali di tahun 2002, dikenal juga sebagai Bom Bali I, merupakan serangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002.

Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 11 malam WITA.

Peristiwa yang dianggap sebagai terorisme terparah dalam sejarah Indonesia itu memakan 203 korban jiwa, serta 209 orang luka-luka. Kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang memang kawasan wisata itu.

Fadli Zon minta bubarkan Densus 88

Sebelumnya, Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan merespons pernyataan petinggi Densus 88 yang ia nilai masih takut dengan Islam. Petinggi Densus 88 menyatakan Taliban menginspirasi teroris Indonesia untuk beraksi. Nah makanya Fadli Zon bereaksi.

Fadli Zon. Foto: Antara
Fadli Zon. Foto: Antara

Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas,” cuit Fadli Zon.

Nah sedangkan Habib Rizieq berpesan kepada Komisi III DPR untuk membentuk pengawas Densus 88.

Permintaan Habib Rizieq itu disampaikan melalui tim advokasi Habib Rizieq. Jadi tim advokasi HRS bersama tim advokasi Persaudaraan Islam (API-FPI) serta Sekretaris Umum FPI menyampaikan pesan untuk Komisi III.

Delegasi Habib Rizieq ini bertemu dengan perwakilan Komisi III, Romo M Syafii. Pertemuan delegasi Habib Rizieq dengan anggota Komisi III itu berlangsung kemarin Selasa 5 Oktober 2021.

Delegasi HRS ini minta Komisi III untuk membentuk tim pengawas Densus 88.

“Kami juga sampaikan aspirasi masyarakat pecinta keadilan untuk Komisi 3 segera membentuk tim pengawas Densus 88 sebagaimana amanat UU Terorisme, karena khawatir penegakkan hukum yang dilakukan akan tidak terkontrol dan represif serta arogan jika terus tidak diawasi sebagaimana amanat UU,” demikian rilis dari tim delegasi HRS.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *