Tagar #PercumaLaporPolisi trending, IPW skak Kapolri soal Polri Presisi – AEOmedia

  • Whatsapp
Tagar #PercumaLaporPolisi trending, IPW skak Kapolri soal Polri Presisi

AEOmedia.com | Berita Terkini : Tagar #PercumaLaporPolisi trending, IPW skak Kapolri soal Polri Presisi, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Tagar #PercumaLaporPolisi trending, IPW skak Kapolri soal Polri Presisi, Kami merangkum Hotline News ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto Antara/HO-Polri.


Rendra Saputra – –

Trending

Tagar #PercumaLaporPolisi mendadak ramai didengungkan publik. Tagar tersebut bahkan sampai viral dan menduduki trending topik di media sosial, khususnya Twitter.

Adapun tagar #PercumaLaporPolisi sendiri muncul usai laporan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan oleh ayah kandungnya, namun justru ditutup kasusnya oleh Polisi.

Terkait trendingnya tagar di atas, Indonesia Police Watch (IPW) pun angkat suara mengenai hal ini. Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menganggap tagar #PercumaLaporPolisi yang ramai didengungkan publik harus jadi bahan evaluasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan Polri Presisi.

Sebab, penghentian kasus perkosaan terhadap tiga anak yang dilakukan ayahnya sendiri itu menciptakan isu berskala nasional yang dapat mencoreng institusi Polri.

“Tagar #PercumaLaporPolisi yang menjadi viral dan trending topik di Twitter belakangan ini, harus menjadi bahan evaluasi bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan Polri Presisi,” kata dia, dalam siaran persnya, Selasa 12 Oktober 2021.

Selain itu, tagar tersebut dinilai secara umum dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap korps baju coklat. Padahal, lanjut Sugeng, itu hanya terjadi dalam kasus di Polres Luwu, Polda Sulsel.

“Akibatnya, seperti kata peribahasa: karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”

Sugeng melanjutkan, pihaknya juga mengkhawatirkan kasus-kasus lain dalam penegakan hukum yang tidak profesional dilakukan pihak kepolisian dengan tajam ke bawah tumpul ke atas semakin bermunculan. Oleh sebab itu, sudah saatnya Kapolri bekerja keras melakukan bersih-bersih di satuan reserse.

“Kapolri Listyo Sigit harus melakukan jurus seperti yang pernah dilakukan oleh mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) saat menghadapi kasus Gayus Tambunan. Saat itu beberapa anggota Polri terlibat,” jelas Sugeng.

Tagar #PercumaLapor Polisi jadi pelajaran

Sugeng menilai, mencuatnya tagar di atas harus menjadi pembelajaran berharga bagi institusi Polri untuk melakukan pembenahan dan perubahan ke depan. Terutama di bidang reserse yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

“Sebab, dengan kemunculan #PercumaLaporPolisi, curhatan dari masyarakat akan semakin banyak, baik soal tebang pilih, kriminalisasi atau rekayasa kasus. Beberapa laporan polisi yang bermasalah juga diadukan ke IPW,” ungkap dia.

Terhadap kasus perkosaan di Luwu Timur, Humas Polri telah menjelaskan bahwa kasus yang dihentikan tidak ada rekayasa. Kasus tersebut murni tidak cukup bukti sehingga harus dihentikan di tingkat penyelidikan oleh Polres Luwu Timur.

Hanya saja, desakan publik yang kuat membikin pihak kepolisian mengirimkan tim asistensi ke Polres Luwu Timur untuk menelaah kasusnya. Tidak hanya itu, Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester Simamora telah menemui pelapor untuk kemungkinan membuka kembali kasusnya dengan alat bukti yang lengkap.

Sugeng menyatakan, bagian reserse di tubuh Polri memang kerap mendapatkan sorotan. Pasalnya, kerja penegakan hukum melalui penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah proses tertutup.

Untuk itu, Sugeng berpendapat, ke depan harus ada ruang agar semua pihak dapat memiliki hak menyampaikan sikapnya dalam gelar perkara yang menghadirkan pihak-pihak yang berpekara. Hal ini, lanjut dia, sebagai penerapan prinsip transparansi dan berkeadilan.

“Namun, apapun yang dilakukan oleh Polri menghadapi tagar #PercumaLaporPolisi, IPW berharap Polri yang telah mengusung Konsep Polri Presisi harus transparan. Apakah ada kesalahan atau tidak dalam menangani kasus perkosaan tiga anak yang dilakukan oleh ayahnya. Pasalnya, masyarakat menunggu hasilnya,” tutup dia.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for:
AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *