Film Spencer, Tiga Hari Penting Kehidupan Putri Diana – AEOmedia

  • Whatsapp
Jawapos

AEOmedia.com: Film Spencer, Tiga Hari Penting Kehidupan Putri Diana, berbagai informasi terbaru tentang musik dan film memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Mari kita lihat Film Spencer, Tiga Hari Penting Kehidupan Putri Diana.

Kisah tragis Putri Diana tak habis dikupas. Kali ini, sutradara Pablo Larrain menampilkan tiga hari menuju Natal pada 1991 yang berporos pada keputusan Diana untuk mengakhiri pernikahannya dengan Pangeran Charles dalam film Spencer.

Read More

FILM ini tidak menggambarkan kisah Diana seperti dalam serial The Crown, sebagaimana yang diperankan Emma Corin. Tidak banyak keluarga kerajaan yang ditampilkan seperti dalam serial Netflix tersebut. Keseluruhan isi film hanya terjadi di liburan Natal sepuluh tahun setelah pernikahan Diana dengan Pangeran Charles (Jack Farthing) yang bak cerita dongeng.

Hidup di keluarga kerajaan yang memegang teguh tradisi, Diana harus menutupi pergulatan batinnya akibat rumor perselingkuhan yang dilakukan suaminya. Di balik perayaan Natal di Sandringham Estate yang penuh sukacita, Diana tahu permainan apa yang akan dilakukannya terhadap peliknya hidup.

Baca :  Meghan Markle dan Pangeran Harry Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Ini Namanya - AEOmedia

’’Setelah Jackie (2016), kami belajar bahwa hanya tinggal dalam tiga hari dengan seseorang, Anda mungkin dapat menguraikan transformasi yang indah selama krisis yang sangat spesifik. Kami tahu bahwa dalam krisis, kami mengenal orang dengan sangat baik,’’ kata Pablo Larrain, sebagaimana dilansir dari Vanity Fair.

Spencer disutradarai Larrain yang memiliki cukup banyak bekal dalam membuat film tentang satu sosok. Di antaranya, Neruda (2016) dan Jackie (2016). Meski demikian, Larrain mengatakan bahwa Spencer bukanlah film biopik, melainkan film tentang orang-orang dalam keadaan tertentu di mana semuanya akan menemui puncaknya.

’’Sebelum pergi menonton film seperti Spencer, mereka mungkin berkata, ’Kami akan benar-benar mengerti siapa orang ini’. Tidak! Salah nomor! Film yang salah! Kami tidak melakukan itu! Kami hanya mencoba bekerja dengan siapa pun orang itu dan membuat dongeng darinya. Itulah yang aku cari. Kami akan melihat apakah itu berhasil,’’ ujar Larrain, sebagaimana dilansir dari Vulture.

Spencer mencuri perhatian sejak dipilihnya Kristen Stewart sebagai pemeran mendiang Princess of Wales pada tahun lalu. Ekspektasi itu rupanya tak ketinggian. Para kritikus puas dengan performa Stewart. Hal itu terbukti dari perolehan skor 86 persen di Rotten Tomatoes. Salah satu pujian dilontarkan Rafael Motamayor, kritikus film IGN, yang menyebut film itu sebagai penampilan terbaik Stewart sepanjang kariernya.

Baca :  Dipamerkan, Ini 5 Fakta Gaun Pengantin Putri Diana yang Jarang Diketahui - AEOmedia

’’(Dia) dengan sempurna menangkap tingkah laku Diana, sambil mengadaptasinya untuk putarannya sendiri pada karakter. Dia berubah dari seorang perempuan bahagia yang menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil, seperti bersama anak-anaknya bermain game konyol saat tengah malam, menjadi dihantui oleh hantu masa lalunya dan ejekan masa kininya,’’ tulis Motamayor.

Stewart mengakui, sosok Diana terasa hidup saat membuat film tersebut. Meskipun itu hanya seperti fantasinya. Aktris Twilight Saga itu merasakan momen ketika tubuh dan pikirannya lupa bahwa Diana telah tiada. ’’Tiba-tiba, aku hanya membayangkan apa yang terjadi dan mengingat siapa yang ditinggalkannya. Aku kagum dengan emosi yang seperti diperbarui,’’ ucap Stewart, seperti dilansir dari Los Angeles Times.

Kritikus lain memberikan nilai plus pada desain produksi. Misalnya, Owen Gleiberman, kritikus Variety. Dia memuji desainer produksi Guy Hendrix Dyas yang mampu mengubah interior Sandringham menjadi beragam ’’tekstur’’ yang menari indah di depan mata penonton. Juga score jazzy dari Jonny Greenwood yang menancap di emosi Diana.

’’Larraín menempatkan Di di istana liburan mewah ini seolah-olah dia sedang membuat versi kerajaan dari The Shining, meskipun bagian yang menguatkan dari film ini adalah bahwa anggota keluarga kerajaan berpikir bahwa Diana-lah monsternya,’’ tulis Gleiberman.

Baca :  Pakai 5 Gaun Berbeda, Foto Pernikahan Keponakan Putri Diana Curi Perhatian - AEOmedia

TRIVIA

– Kristen Stewart merasakan perasaan spiritual yang menakutkan saat membuat film ini. Dia seolah mendapat persetujuan dari Diana. ’’Menakutkan untuk menceritakan kisah tentang seseorang yang tidak hidup lagi,’’ tuturnya, sebagaimana dilansir dari Los Angeles Times.

– Gaun dalam poster Spencer merupakan koleksi Spring/Summer 1998 Haute Couture milik Chanel. Chanel membuat ulang koleksi tersebut dengan menghabiskan waktu sekitar 1.034 jam. Sebanyak 700 jam di antaranya dihabiskan untuk menyematkan payet emas dan perak yang membentuk motif bunga.

– Stewart menonton season keempat The Crown sebagai referensi sebelum memulai syuting. Season keempat serial itu berfokus pada hubungan Diana (Emma Corrin) dengan Pangeran Charles (Josh O’Connor).

– Mempelajari aksen Diana sangat mengintimidasi Stewart. Dia belajar dengan pelatih dialek, serta menyelesaikan dua setengah biografi sebelum mulai syuting.

– Syuting Spencer seluruhnya dilakukan di Jerman dan Inggris. Produksi dimulai pada akhir Januari di kastil Schlosshotel Kronberg di Jerman sebelum pindah ke Inggris Raya pada Maret untuk rangkaian terakhir fotografi utama.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *