Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar

Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar – AEOmedia

AEOmedia.com: Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar, Kami merangkum informasi dari luar negri ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar.

DENPASAR – Mantan kepala cabang Bank Mega Gatot Subroto Denpasar , Bali, MRPP (36), pantas dijuluki penjahat perbankan. Selama enam tahun, bos bank swasta berparas ayu itu beraksi dengan mulus membobol dana deposito nasabahnya senilai Rp62 miliar.

“Tindak pidana yang dilakukan tersangka dilakukan dalam kurun 2014 sampai 2020,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriyadi, Minggu (9/5/2021).

Namun ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga, aksi MRPP akhirnya terbongkar. Ia ditangkap tim dari Direktorat Siber Bareskrim Polri di rumahnya Jalan Padang Indah Denpasar, 2020 lalu.

Begitu ditetapkan menjadi tersangka, MRPP lalu diberhentikan dari perusahannya. Selain dia, dua anak buahnya yang terlibat dalam kejahatan itu bernasib serupa, yaitu PEP (34) dan IGSPP (33).

Kadek Hari mengungkapkan, MRPP melakukan kejahatan itu sejak sebelum menjabat kepala cabang. Dia bekerjasama dengan PEP sebagai staf bagian deposito dan bantuan IGSPP. Modusnya dengan memalsukan data otentik nasabah berupa nomor handphone ke dalam sistem data base Bank Mega.

Selanjutnya terjadi pemindahbukuan dana deposito nasabah ke rekening yang telah disiapkan tersangka. Saat customer service melakukan konfirmasi, nomor handphone yang dihubungi adalah nomor yang telah diganti tersangka.

Kejahatan MRPP terbongkar setelah 14 orang nasabah tidak bisa mencairkan dana depositonya, sekitar akhir 2020. Menurut pihak bank, para nasabah tidak lagi punya dana deposito karena telah dilakukan penarikan sebelumnya.

Munnie Yasmin, kuasa hukum sembilan nasabah yang kehilangan dana sebesar Rp33.450.000.000 mengatakan, kliennya tidak pernah melakukan penarikan. “Bukti kepemilikan deposito masih ada,” katanya beberapa waktu lalu.

Hal yang sama dialami lima nasabah yang kehilangan dana deposito Rp23 miliar. “Klien kami kaget dikatakan tidak punya lagi dana di situ karena sudah dicairkan. Pihak bank memperlihatkan berkas slip penarikan dana deposito yang dikatakan ada tandatangan klien kami. Padahal itu bukan tandatangan klien kami,” kata Suryatin Lijaya, kuasa hukum kelima nasabah.

(shf)

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Leave a Comment